Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kalkulasi Statistik Matematika Sebut AC Milan Sangat Mungkin Scudetto

Prihadi Zoldic • Senin, 8 Desember 2025 | 08:01 WIB
Ruben Loftus-Cheek, pemain AC Milan yang disiapkan menjadi striker dadakan, seiring cedera Christian Pulisic.
Ruben Loftus-Cheek, pemain AC Milan yang disiapkan menjadi striker dadakan, seiring cedera Christian Pulisic.

 

LombokPost - Mari lupakan sejenak kegagalan AC Milan di Coppa Italia. 

Dibalik bayarnya harapan piala dari ajang tersebut, gugurnya AC Milan ternyata membuka kalkulasi kemungkinan scudetto bagi tim merah hitam itu. 

Hitung-hitungan matematika memperlihatkan keunggulan besar AC Milan dibanding para rivalnya. 

AC Milan tak lagi punya jadwal lain selain Serie A Italia, kedengarannya simpel, tapi dampaknya luar biasa.

La Gazzetta dello Sport, membuat kalkulasi perbedaan beban pertandingan hingga Mei antara AC Milan dan rival scudetto lainnya. 

Misalnya untuk Inter Milan dan Napoli yang masih berlaga di Coppa Italia dan Liga Champions. 

Potensi total pertandingan yang harus dimainkan sampai akhir musimbagi Innter Milan dan Napoli adalah 43 pertandingan. 

Sedangkan AC Milan cukup 27 pertandingan saja, artinya ada kemungkinan selisih 16 pertandingan. 

Skuad AC Milan dalam salah satu sesi foto bersama sebelum laga dimulai.
Skuad AC Milan dalam salah satu sesi foto bersama sebelum laga dimulai.

Itu berarti 1.440 menit atau 24 jam waktu bermain ekstra untuk para rival AC Milan. 

Baca Juga: Mana yang Lebih Layak Dipertahankan AC Milan, Christopher Nkunku atau Santiago Gimenez

Dampak jadwal lebih banyak ke rival AC Milan adalah kelelahan, risiko cedera, hingga penurunan fokus dan mental. 

Sementara AC Milan lebih segar, lebih stabil, dan lebih fokus ke liga. 

Statistik memperlihatkan, tim dengan jadwal ringan, sering jadi juara.

Contohnya, musim 2022–2023: Napoli bermain paling sedikit keluar sebagai juara, semusim berselang giliran Inter Milan yang nomor 2 paling sedikit meraih scudetto. 

Untuk musim 2024–2025, polanya serupa, dan Napoli juara, sedangkan Inter Milan yang melaju hingga final liga Champions, malah gagal di domestik maupun Eropa. 

AC Milan bisa lebih banyak tenaga, lebih banyak fokus, dan lebih sedikit risiko kehilangan pemain.

Logo klub sepak bola asal Italia, AC Milan.
Logo klub sepak bola asal Italia, AC Milan.

Kini tinggal bagaimana hal itu dimanfaatkan maksimal oleh Massimiliano Allegri, sang juru taktik AC Milan. (yuk/r6) 

Editor : Prihadi Zoldic
#inter milan #napoli #ac milan