Saat ini, Lionel Messi baru saja memperpanjang masa baktinya di Amerika Serikat setelah menandatangani kontrak baru bersama Inter Miami hingga tahun 2028. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan harapan Pedri untuk kembali berbagi lapangan dengan sang legenda.
Bagi Pedri, Messi bukan sekadar rekan setim, melainkan mentor yang berperan besar pada awal kariernya di tim utama Barcelona. Ia tak ragu menyebut Messi sebagai pemain terhebat yang pernah ada.
"Tentu saja, saya sangat ingin bermain dengannya lagi," ujar Pedri.
“Dia adalah pemain terbaik sepanjang masa dan dia sangat membantu saya selama kami bermain bersama di Blaugrana.”
Selain membicarakan Messi, Pedri juga memberikan pandangannya terkait gaya kepemimpinan pelatih Barcelona saat ini, Hansi Flick. Di bawah arahan pelatih asal Jerman tersebut, Barca dikenal menerapkan garis pertahanan yang sangat tinggi, sebuah strategi yang sering dinilai mengandung risiko besar.
Namun, Pedri menjelaskan bahwa taktik tersebut telah diperhitungkan dengan matang melalui skema tekanan (pressing) yang disiplin.
“Dari luar, semuanya mungkin terlihat berisiko, mengingat garis pertahanan yang sangat tinggi dan ruang yang ditinggalkan, tetapi jika tim menekan tinggi di lapangan dengan cara yang tepat, lawan akan kesulitan menemukan ruang untuk umpan sempurna ke penyerang,” jelas pemain berusia 23 tahun tersebut.
Kombinasi antara kerinduan akan sosok Messi dan adaptasi terhadap taktik modern Flick menjadi potret dinamika Barcelona saat ini yang berupaya menjaga identitas klub sembari meraih kesuksesan di kompetisi domestik maupun Eropa.
Editor : Redaksi Lombok Post