Manajemen Manchester United secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih berusia 40 tahun tersebut pada Senin (5/1/2026).
Amorim tercatat hanya bertahan selama 14 bulan di Old Trafford sebelum akhirnya didepak. Untuk sementara, posisi pelatih kepala diisi oleh Darren Fletcher yang menjabat sebagai manajer interim.
Mourinho, yang kini menukangi klub Portugal, Benfica, dimintai pendapatnya oleh media setempat untuk menganalisis penyebab di balik kegagalan Amorim di Inggris.
Sebagai sosok yang pernah menukangi United pada medio 2016 hingga 2018, Mourinho memilih untuk bersikap diplomatis.
"Apa yang terjadi dengan Ruben adalah sesuatu yang hanya Ruben yang bisa menganalisisnya," ujar Mourinho sebagaimana dikutip dari media Portugal.
Pelatih berjuluk The Special One tersebut meyakini bahwa Amorim dan staf kepelatihannya akan melakukan evaluasi internal secara mendalam pasca-pemecatan tersebut.
“Saya yakin dia akan melakukannya, dia dan stafnya. Apakah dia akan melakukannya dengan Anda dan membuat pandangannya publik, itu saya tidak tahu,” lanjut Mourinho.
Pemecatan Amorim menimbulkan spekulasi mengenai masa depan dan reputasi pelatih-pelatih asal Portugal di kancah Premier League.
Namun, Mourinho menepis anggapan bahwa kegagalan satu pelatih akan menutup peluang bagi rekan senegaranya yang lain.
Mourinho menegaskan bahwa setiap pelatih memiliki tanggung jawab masing-masing atas kinerjanya dan tidak seharusnya disamaratakan.
“Saya tidak mengerti mengapa hal itu akan terjadi, tetapi setiap pelatih akan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Bagi saya, tidak, saya tidak merasa demikian,” tegas pelatih berusia 62 tahun itu.
Kini, fokus Manchester United tertuju pada pencarian manajer permanen baru yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan klub, sementara Ruben Amorim diprediksi akan segera kembali ke lapangan hijau dengan tawaran dari klub-klub Eropa lainnya.
Editor : Redaksi Lombok Post