Legenda hidup Liverpool tersebut saat ini tengah melakukan persiapan intensif menjelang laga final yang akan mempertemukan Senegal dengan tuan rumah Maroko malam ini.
Bagi Mane, laga ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan sebuah penutup dari dedikasi panjangnya untuk negara.
Dalam sesi keterangan pers pada Minggu malam, Mane menekankan pentingnya mentalitas juara dalam menghadapi laga krusial tersebut.
"Kami tahu bagaimana bermain di final. Final harus dimenangkan. Saya akan sangat senang bermain di final Piala Afrika terakhir saya, untuk menikmatinya dan membantu negara saya menang," ujar Mane.
Pernyataan Mane mengenai pensiun memicu reaksi dari rekan-rekan setimnya yang berharap sang pemain dapat menunda keputusan tersebut. Gelandang Senegal asal klub Villarreal, Pape Gueye, menilai Mane masih memiliki kualitas fisik dan teknis yang kompetitif untuk level internasional.
Dalam wawancara bersama BBC Afrique, Gueye menyatakan keinginan skuad Senegal agar sang kapten tetap memimpin tim dalam beberapa tahun ke depan.
"Kami akan mencoba untuk mempertahankannya sedikit lebih lama, karena dia masih memiliki beberapa tahun yang fantastis di depannya dan banyak yang bisa diberikan. Saya heard apa yang dia katakan, dan kita akan lihat apa yang dia putuskan. Tapi kami benar-benar ingin dia tetap bersama kami selama bertahun-tahun lagi," ungkap Gueye.
Senegal, yang berstatus sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika, mengandalkan pengalaman Mane untuk meredam ambisi Maroko di hadapan pendukung sendiri.
Keberhasilan di laga ini tidak hanya akan mempersembahkan gelar bagi Senegal, tetapi juga menjadi kado perpisahan yang manis bagi karier gemilang Sadio Mane.
Editor : Redaksi Lombok Post