LombokPost - AC Milan ingin mempertahankan Luka Modric.
Klub merah hitam itu siap mengaktifkan opsi perpanjangan kontraknya hingga 2027, tetapi Luka Modric akan memutuskan masa depannya dalam beberapa bulan mendatang.
Sikap AC Milan ini wajar, mengingat cemerlangnya penampilan Luka Modric bersama AC Milan.
Tentang Luka Modric, pelatih AC Milan Massimiliano Allegri mengatakan dia adalah pemain luar biasa.
Dari Luka Modric, pemain AC Milan lain bisa belajar banyak, terlepas dari mental dan keterampilan nya yang luar biasa.
Luka Modric juga diapresiasi karena menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa dan menurut Massimiliano Allegri, itulah perbedaan antara pemain hebat dan pemain biasa.
"Kami senang dia bersama kami, pemain muda perlu memanfaatkan kehadirannya untuk belajar sebanyak mungkin darinya," tegas pelatih AC Milan itu.
Statistik memperlihatkan, daftar gelandang yang paling banyak mengumpan melewati struktur pertahanan lawan (line breaking passes) di liga top Eropa, ada nama Luka Modric di sana.
Dalam laga AC Milan kontra tuan rumah Pisa, di usia 40 tahun 157 hari, Luka Modric menjadi pencetak gol tertua ke-3 dalam sejarah Serie A.
Baca Juga: Ini Alasan Rotasi Aneh AC Milan, Rafael Leao dan Christian Pulisic Cadangan
Hal terhebat tentang dia, Luka Modric masih bermain dengan antusiasme seseorang yang merasa memiliki sesuatu untuk dibuktikan.
Tak aneh rasanya dia diganjar gelar pemain terbaik dalam laga Pisa vs AC Milan yang berkesudahan 1-2 itu.
Selanjutnya, tugas berat Luka Modric adalah saat membawa AC Milan menjamu como 18 Februari nanti.
Tugas Luka Modric sedikit lebih berat karena dia akan bermain tanpa kehadiran rekannya Adrien Rabiot yang terkena kartu merah dalam laga Pisa vs AC Milan. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic