Sebelumnya, Brighton telah menunjukkan keseriusan mereka dengan melayangkan tawaran sebesar 30 juta euro (sekitar Rp 504 miliar) pada bursa transfer musim dingin lalu. Namun, tawaran fantastis tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak FC Koln.
Melansir laporan dari media Jerman, BILD, Brighton kemungkinan besar akan kembali melakukan upaya pengejaran. Manajemen Brighton dikabarkan mulai mendesak FC Koln untuk segera memberikan kepastian mengenai status ketersediaan pemain berusia muda tersebut di pasar transfer.
Meskipun Said El Mala masih terikat kontrak panjang bersama FC Koln hingga tahun 2030, situasi di internal klub Jerman tersebut dikabarkan mulai memanas. El Mala disebut-sebut merasa kurang nyaman dan memiliki keinginan kuat untuk menjajaki opsi baru dalam karier profesionalnya di luar Bundesliga pada musim panas ini.
Upaya Persuasi Lukas Kwasniok
Di tengah desakan dari Brighton, pelatih FC Koln, Lukas Kwasniok, tidak tinggal diam. Kwasniok dilaporkan sedang berusaha keras secara personal untuk meyakinkan El Mala agar tetap bertahan di RheinEnergieStadion setidaknya satu musim lagi.
Strategi Kwasniok adalah memberikan menit bermain yang konsisten di bawah bimbingannya guna mematangkan kualitas El Mala sebelum sang pemain benar-benar hijrah ke klub raksasa Eropa pada tahun 2027 mendatang.
Namun, daya tarik Premier League dan ambisi Brighton untuk membangun skuad muda yang kompetitif menjadi tantangan berat bagi FC Koln untuk mempertahankan aset berharganya tersebut. Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen Koln, apakah akan melepasnya dengan keuntungan finansial besar atau mempertahankan sang pemain sesuai keinginan pelatih.
Editor : Redaksi Lombok Post