Dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport menjelang laga play-off Liga Champions, Osimhen mengeklaim bahwa dirinya diperlakukan secara tidak pantas oleh manajemen klub asal Italia tersebut.
Osimhen mengenang masa-masa sulitnya di Naples, termasuk momen keretakan hubungan pasca-unggahan video di akun TikTok resmi klub yang bernada sindiran setelah dirinya gagal mengeksekusi penalti melawan Bologna pada September 2023.
Meskipun memiliki hubungan yang tegang dengan manajemen, Osimhen menegaskan rasa hormatnya kepada Luciano Spalletti, pelatih yang kini menangani Juventus, yang membawanya meraih gelar Scudetto bersama Napoli.
“Orang-orang mengatakan kami bertengkar, tetapi itu tidak benar: Saya sangat menghormatinya. Banyak yang diharapkan dari kami, tetapi dia juga memberikan banyak hal. Beberapa pelatih membantu Anda berkembang terlebih dahulu sebagai pribadi dan kemudian sebagai pemain sepak bola,” ujar Osimhen mengenai Spalletti.
Ia juga mengungkapkan bahwa Direktur Olahraga Juventus, Cristiano Giuntoli, sempat mencoba merekrutnya sebelum ia memutuskan bergabung dengan Galatasaray. Namun, ia menyadari bahwa Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, tidak akan merestui kepindahan tersebut ke rival domestik.
Osimhen menjelaskan bahwa insiden video TikTok merupakan titik balik yang menghancurkan komitmennya terhadap klub. Ia merasa menjadi sasaran penghinaan yang tidak dapat ditoleransi.
"Siapa pun bisa gagal mengeksekusi penalti, siapa pun bisa diejek. Napoli hanya melakukannya kepada saya, dan dengan sindiran tertentu. Saya menjadi korban penghinaan rasis dan saya membuat keputusan: Saya ingin pergi. Saya menghapus foto-foto saya mengenakan seragam Napoli dari Instagram saya dan mereka menggunakan itu untuk memprovokasi para penggemar agar menentang saya," tuturnya.
Ia menambahkan kekecewaannya mengingat kedekatan emosionalnya dengan kota Naples, bahkan menyebut putrinya memiliki jiwa "Neapolitan" yang sangat kuat.
Kritik terhadap Proses Transfer
Kekecewaan Osimhen memuncak saat memasuki bursa transfer musim panas. Ia mengeklaim bahwa janji manajemen untuk memfasilitasi kepindahannya tidak ditepati sesuai kesepakatan awal, dan ia justru dipaksa mengikuti skenario klub tanpa mempertimbangkan keinginannya.
“Kami memiliki kesepakatan bersama: saya bisa pergi musim panas berikutnya, tetapi di sisi lain, janji itu tidak sepenuhnya ditepati. Mereka mencoba mengirim saya untuk bermain di mana-mana, mereka memperlakukan saya seperti anjing," ucap Osimhen.
Bahkan, kehadiran pelatih Antonio Conte di Napoli tidak mampu mengubah keputusannya. Meski Conte secara pribadi memintanya untuk bertahan, Osimhen tetap teguh pada pendiriannya untuk meninggalkan klub demi kenyamanan karier dan kebahagiaan pribadinya.
Editor : Redaksi Lombok Post