Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Alasan Rafael Leao Lari Kejar Mike Maignan Usai Cetak Gol Penyama Kedudukan AC Milan atas Como

Prihadi Zoldic • Kamis, 19 Februari 2026 | 10:33 WIB
Rafael Leao berlari mengejar Mike Maignan usai mencetak gol penyama kedudukan bagi AC Milan saat menghadapi Como.
Rafael Leao berlari mengejar Mike Maignan usai mencetak gol penyama kedudukan bagi AC Milan saat menghadapi Como.

 

LombokPost - Usai mencetak gol bagi AC Milan, Rafael Leao berlalu ke belakang, dia mencari sang kiper Mike Maignan.

Rafael Leao lantas memeluk kapten AC Milan itu, sebuah hal yang jarang terjadi. 

Pelukan hangat dengan Mike Maignan setelah gol dilakukan Rafael Leao karena dia sangat peduli pada kiper AC Milan asal Prancis itu. 

Dalam laga itu, Mike Maignan membuat sebuah blunder yang berakhir menjadi gol perdana Como, sebelum akhirnya disamakan striker AC Milan Rafael Leao. 

"Sejak dia datang, dia telah menjadi orang yang sangat penting bagi saya. Kami bermain bersama di Lille, dia membantu saya setiap hari di dalam dan di luar lapangan, seperti halnya dia membantu semua rekan satu timnya," tegas Rafael Leao. 

"Itu adalah dukungan tambahan setelah gol, itu adalah momen sulit setelah kesalahan pada gol tersebut," katanya menegaskan dia berusaha memberi dukungan pada sesama rekannya di AC Milan. 

Rafael Leao menegaskan AC Milan secara tim bermain sangat fantastis, misalnya Ardon Jashari, si pemberi assist memainkan pertandingan yang hebat dan menunjukkan bahwa dia siap. "Itulah energi yang kami miliki untuk mengincar kemenangan besar," tegasnya. 

Ardon Jashari mengatakan dia setuju dengan Rafael Leao, bahwa laga AC Milan vs Como itu pertandingan yang sulit, tetapi tim bermain lebih baik daripada pertemuan pertama.

Pencetak gol dan pemberi assist Rafael Leao dan Ardon Jashari dalam laga AC Milan vs Como.
Pencetak gol dan pemberi assist Rafael Leao dan Ardon Jashari dalam laga AC Milan vs Como.

"Kami berbahaya dengan bola-bola yang dimainkan di belakang pertahanan mereka. Sangat mengecewakan bahwa kami tidak menang, tetapi pertandingan berikutnya sudah di depan mata," tegas gelandang AC Milan itu. 

Baca Juga: Saatnya AC Milan Pertimbangkan Jual Pemain yang Satu Ini

Terkait klasemen liga, Davide Bartesaghi menegaskan masih sangat percaya pada klasemen ini. "Kami adalah tim yang positif dan kuat, dan kami memiliki peluang," tegas bek sayap kiri AC Milan itu. 

Dalam laga kontra Como itu dia menegaskan, tim lawan sedikit beruntung bisa mencetak gol pembuka, tetapi AC Milan berhasil bangkit kembali dalam pertandingan.

"Pertandingan berubah selama 90 menit, dan anda harus mampu membaca momen-momen yang berbeda. Setelah gol penyama 1-1, kami tidak boleh kehilangan momentum, kami perlu menambah keseimbangan," tegasnya. 

Dari pihak lawan, pelatih Como Cesc Fabregass memilih meminta maaf atas insiden yang terjadi dalam laga kontra AC Milan.

"Hari ini saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan, sesuatu yang tidak sportif. Dalam keadaan emosi sesaat, saya menyentuh bola," ujarnya.

Keributan yang sempat terjadi dalam laga AC Milan vs Como.
Keributan yang sempat terjadi dalam laga AC Milan vs Como.

"Seperti yang dikatakan Chivu beberapa hari yang lalu, kita harus menjaga tangan kita, terutama pelatih, kita tidak bisa melakukan itu. Itu adalah sesuatu yang saya harap tidak akan pernah saya lakukan lagi," tegasnya. (yuk/r6) 

 

Editor : Prihadi Zoldic
#Davide Bartesaghi #Rafael Leao #Ardon Jashari #ac milan #como #Mike Maignan