Slot menyoroti penyelesaian akhir yang ceroboh sebagai penyebab utama kekalahan The Reds.
Bertanding di Stadion RAMS, Istanbul, Liverpool kebobolan melalui gol tunggal Mario Lemina di awal babak pertama. Meski tampil lebih dominan di babak kedua, wakil Inggris tersebut gagal mencuri gol penyeimbang.
Liverpool sebenarnya memulai laga dengan cukup agresif. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang emas di mulut gawang lawan harus dibayar mahal. Salah satu momen krusial adalah ketika peluang Florian Wirtz gagal berbuah gol.
"Kami memulai pertandingan dengan sangat baik," kata Slot. "Kami memiliki tiga atau empat momen hebat. Momen terbesar adalah ketika Florian (Wirtz) hampir mencetak gol ke gawang yang kosong, tetapi dia tidak bisa menyelesaikannya," kata Slot.
Ia juga memuji semangat juang tim tuan rumah yang tampil habis-habisan di hadapan pendukungnya sendiri.
"Kami tidak mampu mencetak gol dan serangan pertama mereka menghasilkan tendangan sudut, dan Anda harus memberikan pujian atas cara mereka bermain ketika mendapat kesempatan. Mereka bermain seolah-olah itu adalah kesempatan terakhir dalam hidup mereka," tambahnya.
Laga ini juga diwarnai ketegangan terkait keputusan wasit Jesus Gil Manzano. Gol Ibrahima Konate dianulir karena dianggap terjadi handball. Slot merasa keputusan tersebut sulit diterima, meski ia mencoba untuk tetap objektif.
"Jika benar bahwa gol tersebut dianulir, yang sulit untuk dinilai karena saya telah mendengar berbagai pendapat dari orang-orang, itu tidak sepenuhnya jelas, tetapi mari kita katakan bahwa keputusan itu benar," ujar manajer asal Belanda tersebut.
Namun, yang membuat Slot meradang adalah diabaikannya pelanggaran terhadap Virgil van Dijk di area penalti sesaat sebelum insiden Konate. Ia menduga atmosfer panas di stadion memengaruhi ketegasan wasit.
"Anda lihat seberapa banyak mereka menarik baju Virgil sebelum bola mengenai lengan Ibou, maka aman untuk mengatakan bahwa kami bukan satu-satunya yang terkesan dengan suasana di sini hari ini," tegasnya.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Liverpool musim ini. Terpuruk di posisi keenam klasemen Premier League, Liga Champions menjadi satu-satunya harapan bagi Mohamed Salah dkk untuk meraih gelar.
Slot mengaku heran dengan perbedaan standar pelanggaran antara kompetisi domestik dan Eropa yang dirasanya merugikan Liverpool dalam laga ini.
"Itulah mengapa saya sangat terkejut itu bukan penalti karena dalam semua insiden lain di mana dia mengira melihat sesuatu ketika kami melakukan pelanggaran dan begitu cepat meniup peluitnya dan memberi Galatasaray tendangan bebas. Lalu sungguh, sungguh, sungguh mengejutkan bahwa wasit yang sama dalam insiden lain ketika mereka melakukan pelanggaran mengatakan dia akan menerimanya sepenuhnya," pungkasnya.
Liverpool kini harus bekerja ekstra keras pada laga leg kedua di Anfield jika ingin membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke babak perempat final.
Editor : Redaksi Lombok Post