LombokPost - Fulltime Lazio 1-0 AC Milan.
AC Milan Harus pulang dengan kepala tertunduk dalam lawatannya ke Kota Roma, markas Lazio.
Lini depan AC Milan tampak bentuk, seperti ada yang salah dalam pergantian pemain.
Terutama saat AC Milan tidak beralih ke 4-3-3 untuk mengejar ketinggalan, dan memilih menarik Rafael Leao keluar.
Entah siapa yang salah, pelatih AC Milan Massimiliano Allegri yang kekeh dengan skema 3-5-2, sehingga peran Rafael Leao tidak bisa maksimal.
Atau Rafael Leao yang tak bisa beradaptasi dengan skema yg di terapkan Massimiliano Allegri.
Sang pemain tampak frustasi ketika ditarik keluar, dan dengan kekalahan AC Milan ini, hasil seri Inter Milan tdak berarti apa-apa.
Malahan kini selisih poin Inter Milan dan AC Milan menjauh, dari sebelumnya 7 poin, menjadi 8 poin.
Awalnya berbagai pihak mengira AC Milan akan mendekat, seiring hasil seri yang diraih Inter Milan.
Faktanya justru Inter Milan menjauh karena mampu menambah 1 poin, dan AC Milan yang kalah dari Lazio malah tak mendapat poin.
Inter mengira mereka kehilangan dua poin, tetapi justru mereka mendapatkan satu, dan AC Milan yang mengincar tiga poin malah mendapatkan hasil nihil.
Terkait kondisi saat ini, legenda AC Milan Alessandro Costacurta memberikan pandangannya.
“Delapan poin dengan sembilan pertandingan tersisa itu banyak. Jika saya berada di tim itu (AC Milan), saya akan mulai memikirkan tim-tim yang berada di belakang kami," tegasnya.
Pesannya jelas, fokus AC Milan seharusnya bukan hanya mengejar tim di atas, tetapi juga menjaga jarak dari pesaing di bawah.
Dalam fase akhir Serie A, konsistensi dan manajemen tekanan sering menjadi faktor penentu, mungkinkah ini saatnya AC Milan ebih realistis mengamankan posisi Liga Champions saja? (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic