LombokPost - Thomas Turci (DAZN) menjelaskan situasi tak mengenakkan striker AC Milan Rafael Leao selama pertandingan kontra Lazio.
Pada babak pertama, Rafael Leao beberapa kali dipanggil oleh staf pelatih Massimiliano Allegri untuk mendapat arahan.
Awalnya ia dipanggil oleh Landucci, kemudian juga oleh Magnanelli dan Corradi, kesemuanya meminta Rafael Leao untuk memberikan sesuatu yang lebih, terutama dalam hal energi dan intensitas permainan.
Memasuki babak kedua, Rafael Leao kembali ke lapangan dengan performa yang sedikit lebih baik bagi AC Milan.
Namun hal itu belum cukup, bahkan baik Rafael Leao maupun Christian Pulisic tidak tampil terlalu menonjol.
Salah satu momen yang membuat Rafael Leao sangat kesal terjadi ketika ruang untuk menyerang terbuka secara vertikal, tetapi Christian Pulisic tidak memberikan umpan kepadanya.
Hal itu membuat topskor sementara AC Milan itu sangat marah.
Seiring berjalannya pertandingan, Rafael Leao semakin jarang menyentuh bola, yang membuat rasa frustrasinya terus semakin meningkat.
Pada menit ke-67, pelatih AC Milan Massimiliano Allegri akhirnya memutuskan untuk menggantinya.
Baca Juga: Sialnya AC Milan, saat Misi Wajib Menang Malah Kalah dari Lazio, Hasilnya Inter Milan Makin Jauh
Sejumlah analisa menyebut, awalnya AC Milan tidak berencana menarik keluar Rafael Leao.
Mereka justru berniat menggantikan Christian Pulisic yang juga tampil biasa saja.
Namun setelah terjadi konfrontasi dengan Landucci, keputusan akhirnya berubah dan Rafael Leao yang ditarik keluar.
Saat momen pergantian, kiper sekaligus kapten AC Milan Mike Maignan juga sudah mendekat.
Ketika menjelaskan situasinya kepada Massimiliano Allegri, Rafael Leao berkata, “Dia tidak memberi saya bola, dia tidak memberikannya kepada saya.”
Karena kesal dengan keputusan tersebut, ia juga meluapkan emosinya dengan sejumlah hal yang jelas tertangkap kamera.
Misalnya, saat duduk di bangku cadangan AC Milan, Rafael Leao terlihat sangat gugup dan marah.
Rafael Leao tidak merespons orang di sekitarnya dengan baik, dia bahkan melempar jaketnya, menendang kotak es, dan menendang sebuah botol.
Rafael Leao terlihat sangat marah karena ia ingin memberikan dampak yang lebih besar dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan AC Milan itu.
Pada akhirnya, ia tampak kesal kepada banyak pihak: kepada Christian Pulisic, kepada Massimiliano Allegri, dan kemungkinan juga kepada dirinya sendiri.
Sungguh tak biasa melihat Rafael Leao yang identik dengan senyum khasnya, kini meledak meluapkan emosi yang tak terkendali. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic