Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Buntut Rasisme Beitar Jerusalem, FIFA Jatuhkan Denda Rp 2,7 Miliar kepada Federasi Israel

Redaksi Lombok Post • Jumat, 20 Maret 2026 | 11:19 WIB

FIFA merilis peringkat terbaru. Malaysia anjlok, Indonesia bertahan.
FIFA merilis peringkat terbaru. Malaysia anjlok, Indonesia bertahan.
LombokPost --Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi denda kepada Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) sebesar 150.000 franc Swiss atau sekitar Rp 2,7 miliar ($190.700). Sanksi ini diberikan menyusul "berbagai pelanggaran" terhadap kewajiban anti-diskriminasi dalam ekosistem sepak bola negara tersebut.

Dalam laporan komite disiplin FIFA pada Kamis (19/3/2026), IFA dinilai gagal mengambil langkah tegas terhadap klub Beitar Jerusalem. Klub tersebut menjadi sorotan tajam lantaran perilaku rasis para pendukungnya yang dinilai terjadi secara terus-menerus dan terdokumentasi dengan baik.

 

Penyelidikan FIFA bermula dari laporan Asosiasi Sepak Bola Palestina pada Oktober 2024 terkait dugaan diskriminasi. Meski FIFA menolak tuntutan penangguhan (skorsing) terhadap IFA, komite disiplin menemukan bukti kuat adanya kegagalan federasi dalam mematuhi tujuan hukum FIFA.

Laporan tersebut secara khusus menyoroti penggunaan slogan diskriminatif dan nyanyian penghinaan etnis yang sering diarahkan kepada pemain keturunan Arab.

"Penggunaan slogan-slogan seperti 'selamanya murni' oleh klub tersebut, dan pengulangan nyanyian hinaan etnis seperti 'teroris' yang ditujukan kepada pemain Arab bukanlah insiden terisolasi, melainkan bagian dari pola perilaku sistemik yang melanggar aturan dasar perilaku yang layak dan mencoreng nama baik olahraga ini," tulis laporan komite disiplin FIFA.

Pihak komite juga menggarisbawahi bahwa kasus Beitar Jerusalem hanyalah contoh kecil dari kegagalan umum IFA dalam menegakkan nilai-nilai anti-diskriminasi secara substansial.

 

Selain denda materiil, FIFA mewajibkan IFA untuk melakukan kampanye terbuka di lapangan. Federasi Israel diperintahkan untuk memasang "spanduk yang signifikan dan sangat terlihat" pada tiga pertandingan kandang kompetisi resmi FIFA mendatang.

Spanduk tersebut harus memuat pesan tegas: 'Sepak Bola Menyatukan Dunia - Tidak untuk Diskriminasi'.

Lebih lanjut, IFA diwajibkan mengalokasikan sepertiga dari jumlah denda tersebut untuk mendanai rencana aksi nyata guna memastikan pencegahan insiden serupa di masa depan.

 

Baca Juga: Harga Tiket FIFA Series Resmi Dirilis. Berikut Rinciannya

Di sisi lain, FIFA juga mengumumkan hasil penyelidikan terpisah terkait tuduhan keterlibatan klub-klub Israel yang berbasis di wilayah Tepi Barat yang diduduki dalam liga domestik Israel.

Terkait isu sensitif ini, FIFA memutuskan untuk tidak mengambil tindakan lebih lanjut terhadap IFA. Keputusan ini diambil setelah meninjau aspek-aspek legalitas yang diajukan dalam laporan sebelumnya.

Sanksi rasisme ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi seluruh federasi anggota FIFA untuk lebih proaktif dalam memberantas segala bentuk sentimen etnis dan rasial di dalam stadion.

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#FIFA #Beitar Jerusalem