Pemain internasional Mesir tersebut dikabarkan rela melepaskan bonus loyalitas dalam jumlah fantastis demi mengakhiri masa baktinya di Anfield lebih awal.
Salah dan Liverpool dipastikan akan berpisah pada bursa transfer musim panas mendatang, meski sang pemain sejatinya masih menyisakan kontrak satu tahun lagi bersama The Reds.
Sebagai kompensasi atas kesepakatan untuk mengakhiri kontrak lebih awal, manajemen Liverpool memberikan status bebas transfer kepada Salah.
Di sisi lain, pemain berjuluk The Egyptian King tersebut setuju untuk tidak mengambil bonus loyalitas yang menjadi haknya.
Melansir laporan dari The Sun, nilai bonus yang dilepaskan Salah mencapai angka 20 juta poundsterling atau setara dengan Rp 400 miliar.
Jumlah tersebut seharusnya dibayarkan kepada Salah jika ia menyelesaikan durasi kontraknya hingga tuntas di Anfield.
Selain dari sektor bonus, kepergian Salah juga akan memberikan ruang yang sangat lega pada struktur gaji pemain Liverpool.
Dengan kontrak tahun terakhir yang bernilai 400.000 poundsterling per minggu, pembatalan sisa masa kerja ini membuat klub menghemat lebih dari 20 juta poundsterling lainnya.
Secara akumulatif, keputusan Salah ini membuat Liverpool berhasil menghemat total lebih dari 40 juta poundsterling atau sekitar Rp 800 miliar.
Angka ini tentu menjadi modal berharga bagi manajemen di bawah kepemimpinan baru untuk mencari suksesor sepadan di lini depan.
Setelah sembilan musim penuh prestasi di Merseyside, Mohamed Salah diperkirakan tidak akan melanjutkan kariernya di klub Eropa lainnya.
Berbagai spekulasi menyebutkan bahwa sang penyerang akan menjajaki tantangan baru di luar benua biru pada musim panas mendatang.
Selama berseragam Liverpool, Salah telah membantu klub meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk trofi Liga Inggris dan Liga Champions.
Kepergiannya dengan cara yang memudahkan finansial klub pun dipandang sebagai bentuk penghormatan terakhir sang legenda kepada publik Anfield.
Editor : Redaksi Lombok Post