LombokPost - Dalam beberapa musim belakangan, kini pertahanan AC Milan adalah sisi yang kerap disorot karena paling mengkhawatirkan.
Tak selalu sama, kadang masalahnya bergantian, di satu musim lini depan yang oke, belakang yang kurang, dimusim lain, justru kebalikannya.
Musim ini, formasi 3-5-2 harusnya menjadi jembatan menuju AC Milan dengan pertahanan yang lebih baik.
Baca Juga: Nasib AC Milan, Peluang Scudetto Hampir Pasti Melayang, Tiket Liga Champions Terancam
Masalahnya, formasi 3-5-2 bukan formasi yang gampang untuk memunculkan kreativitas.
AC Milan memang cukup solid di belakang, namun di depan, pemain kreatif seperti Rafael Leao seolah dikorbankan.
Dia dipaksa jadi striker dan kehilangan sentuhan utama yang mengandalkan skil dan kecepatan.
Baca Juga: Masih Dicari, Susah Didapat, Kondisi AC Milan soal Kebutuhan Striker Baru
Sekali lagi, sisi positifnya adalah, kini pertahanan AC Milan tak seburuk musim-musim lalu walau tetap dengan beberapa catatan.
Kini, formasi 3-5-2 AC Milan mulai terbaca musuh, dan cara mengalahkannya seolah sudah diketahui.
Terbaru, AC Milan kalah dari Napoli 0-1 dalam lanjutan Serie A.
Baca Juga: Saatnya AC Milan Lempar Handuk, Bye bye Scudetto
Massimiliano Allegri, pelatih AC Milan yang kadung menyukai formasi 3-5-2, tampak masih ragu beralih ke 4-3-3, atau 4-2-3-1.
3-5-2 tak sepenuhnya buruk, tapi juga tak menjanjikan dengan komposisi pemain AC Milan yang ada sekarang.
Cepat atau lambat, AC Milan harus kembali ke skema 4 bek, skema yang juga memberi keleluasaan pemain seperti Rafael Leao dan Christian Pulisic berkreasi dari sayap serang. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic