LombokPost - Desakan agar Massimiliano Allegri mempertimbangkan untuk menggunakan formasi 4-3-3 di AC Milan terus mengemuka.
Terlebih setelah kekalahan tipis AC Milan atas Napoli 0-1, beberapa hari lalu.
Kekalahan yang membuat AC Milan semakin jauh dari perburuan Scudetto, bahkan membuat posisi 2 yang laga digenggam kini diserahkan pada Napoli.
Baca Juga: Muncul Nama Baru Lagi, Calon Striker AC Milan Musim Depan
Berkaca dari kekalahan itu, tampak jelas formasi andalan Massimiliano Allegri 3-5-2 sudah dibaca banyak lawannya, termasuk saat kekalahan AC Milan atas Lazio tiga pekan sebelumnya.
Kini Massimiliano Allegri perlu memikirkan opsi baru, dan 4-3-3 atau 4-2-3-1 menyeruak sebagai opsi realistis, sesuai komposisi skuad.
AC Milan punya dua winger serang lincah dan penuh skill, Rafael Leao dan Christian Pulisic di kiri dan kanan.
Massimiliano Allegri pun dipercaya mempertimbangkan opsi itu, terutama jika setidaknya 2 striker yang baru pulih dari cedera, Rafael Leao dan Santiago Gimenez tampil meyakinkan dalam latihan AC Milan.
Prinsip permainan Massimiliano Allegri berpusat pada kehati-hatian dalam bermain, pola yang sejauh ini membuat AC Milan ada di peringkat 3.
Ini adalah filosofinya yang tentunya tak mudah diubah, tapi bukan haram untuk diganti sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Statistik Tak Bisa Dibohongi, Lini Depan Adalah Masalah Sesungguhnya bagi AC Milan
Permainan keseimbang Massimiliano Allegri bisa runtuh dari satu kesalahan saja yang dimaksimalkan lawan, dan jika itu terjadi, AC Milan biasanya kesulitan untuk mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan.
Harus diingat, berkat prinsip ini, Massimiliano Allegri sanggup membangun fondasi AC Milan, yang meningkat dari peringkat 8 akhir musim lalu.
Tapu sekali lagi, untuk melangkah ke tahap selanjutnya, sesuatu yang berbeda harus ditunjukkan, terutama dalam hal permainan dan keberanian. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic