LombokPost - Statistik kolektif dan individual AC Milan sangat tidak meyakinkan.
Rossoneri hanya berada di peringkat ke-13 di Serie A untuk total tembakan dengan 846, kemudian AC Milan ada di urutan ke-7 untuk expected goals (xG).
Kesemua 5 penyerang dalam skuad AC Milan secara kolektif telah berpuasa gol selama 722 hari.
Baca Juga: AC Milan Mengejar Target Liga Champions yang Terasa Semakin Jauh
Tengoklah Santiago Gimenez yang belum mencetak sebiji gol pun, atau Christian Pulisic yang merupakan topskor kedua AC Milan, tapi belum mencetak gol sejak Januari 2026.
Kemudian, meski Rafael Leao yang paling banyak melakukan tembakan, dia hanya berada di peringkat ke-19 dalam klasemen keseluruhan liga.
Terlebih lagi, akurasinya kurang, Rafael Leao hanya berada di peringkat ke-5 dalam tim AC Milan dalam hal tingkat konversi tembakan, dia dilampaui oleh pemain lain seperti Strahinja Pavlovic dan Adrien Rabiot.
Baca Juga: AC Milan dan Keraguan terhadap Robert Lewandowski
Untungnya statistik yang sedang negatif itu berbanding terbalik dengan total keuntungan modal yang dihasilkan oleh AC Milan pada musim 2025-2026 mencapai 101,8 juta, dan angka itu masih bisa meningkat antara sekarang hingga akhir tahun keuangan pada 30 Juni.
Transfer terbesar tetaplah kepindahan bek AC Milan Malick Thiaw ke Newcastle, diikuti oleh Theo Hernandez ke Al-Hilal.
Kemudian ada transfer yang melibatkan Alex Jimenez dan Bournemouth, Lorenzo Colombo dan Genoa, Noah Okafor dan Leeds United, juga Tomaso Ponega dan Bologna, serta Yacine Adli dan Al-Shabab.
Baca Juga: Saatnya AC Milan Stop Cari Kambing Hitam
Sebuah keuntungan besar bagi Rossoneri AC Milan, ketika statistik permainan sedang tidak baik-baik saja. (yuk)
Editor : Prihadi Zoldic