LombokPost--Ketegangan jelang 2026 FIFA World Cup semakin memanas. Federasi Sepak Bola Iran dikabarkan mengultimatum FIFA agar memberikan jaminan penuh terhadap keamanan dan perlakuan yang dianggap “menghormati Iran” selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, disebut akan segera bertemu Presiden FIFA dalam beberapa hari ke depan untuk menyampaikan tuntutan resmi tersebut.
Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri juga ikut turun tangan dan menegaskan bahwa negara tuan rumah wajib memberikan visa tanpa mempertimbangkan faktor politik.
Pernyataan itu muncul setelah Mehdi Taj dilaporkan ditolak masuk ke Kanada pekan lalu karena keterkaitannya dengan IRGC atau Garda Revolusi Iran, organisasi yang oleh Amerika Serikat dan Kanada dikategorikan sebagai kelompok teroris.
Situasi ini membuat persiapan Iran menuju Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global.
Apalagi, seluruh laga fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat, dengan pusat latihan tim berada di Tucson, Arizona.
Media internasional menilai ancaman Iran bukan sekadar gertakan.
Jika FIFA gagal memberikan kepastian terkait visa, keamanan, dan perlakuan terhadap delegasi Iran, negara tersebut disebut membuka kemungkinan mundur dari ajang sepak bola terbesar dunia itu.
Di media sosial, polemik ini langsung viral. Banyak netizen menyebut situasi Iran sebagai “persiapan Piala Dunia paling rumit sepanjang sejarah”, mengingat hubungan politik Iran dan Amerika Serikat yang selama ini penuh ketegangan.
Dengan konflik geopolitik yang ikut membayangi sepak bola, FIFA kini berada dalam tekanan besar untuk memastikan Piala Dunia 2026 tetap berjalan tanpa krisis diplomatik baru.
Editor : Kimda Farida