lombokpost - Nama Mohamed Salah kembali menjadi sorotan publik sepak bola dunia.
Kali ini bukan karena gol spektakuler atau rekor bersama Liverpool, melainkan pengakuan mengejutkan dari pelatih legendaris Carlo Ancelotti yang viral di media sosial.
Dalam narasi yang beredar luas, Carlo Ancelotti menyebut Mohamed Salah sebagai satu-satunya pemain yang pernah membuat dirinya meminta jersey secara langsung usai pertandingan.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Disarankan Rekrut Michael Olise sebagai Suksesor Mohamed Salah
Pengakuan itu langsung menarik perhatian pencinta sepak bola karena Ancelotti dikenal pernah menangani banyak legenda dunia.
“Mohamed Salah berbeda,” demikian kutipan yang ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.
Ancelotti disebut mengaku sudah bertahun-tahun berada di dunia sepak bola dan bekerja bersama pemain besar, tetapi tidak pernah merasa perlu meminta jersey siapa pun. Namun, Mohamed Salah dianggap memiliki sesuatu yang spesial.
Baca Juga: Bursa Transfer: Lepas Mohamed Salah, Liverpool Hemat Anggaran hingga Rp 800 Miliar
“Setiap kali saya menghadapinya, dia selalu menimbulkan masalah. Pergerakannya, kecepatannya, cara dia menghancurkan struktur pertahanan dan menentukan hasil pertandingan besar,” demikian isi pengakuan yang viral tersebut.
Nama Mohamed Salah sendiri memang menjadi salah satu pemain yang paling disegani di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.
Bersama Liverpool, bintang asal Mesir itu menjelma menjadi mesin gol sekaligus ikon klub berjuluk The Reds tersebut.
Meski kutipan panjang itu belum ditemukan dalam wawancara resmi media besar internasional, momen Carlo Ancelotti meminta jersey Mohamed Salah memang benar-benar pernah terjadi.
Peristiwa itu terjadi usai laga Liga Champions antara Napoli melawan Liverpool pada Oktober 2018 silam.
Saat itu Ancelotti masih menangani Napoli dan terlihat menghampiri Mohamed Salah di lapangan untuk meminta jersey sang pemain.
Baca Juga: Bursa Transfer: AS Roma Jajaki Peluang Rekrut Kembali Mohamed Salah dari Liverpool
Momen tersebut langsung viral karena sangat jarang seorang pelatih top dunia meminta kaus pemain lawan secara langsung.
Publik menilai tindakan itu menunjukkan rasa hormat besar Ancelotti kepada Mohamed Salah.
Respek Carlo Ancelotti terhadap Mohamed Salah juga pernah terlihat menjelang final Liga Champions 2022 antara Real Madrid melawan Liverpool.
Baca Juga: Francisco Conceicao Jawab Rumor Ketertarikan Liverpool untuk Gantikan Mohamed Salah
Ketika itu, Ancelotti secara terbuka menyebut Mohamed Salah sebagai pemain terbaik dunia di posisinya.
“Salah mengatakan bahwa di posisinya dia adalah yang terbaik di dunia, dan saya pikir dia benar,” ujar Carlo Ancelotti kepada media Inggris kala itu.
Pernyataan tersebut semakin memperkuat anggapan bahwa Mohamed Salah merupakan salah satu pemain favorit Ancelotti.
Apalagi, Don Carlo dikenal sebagai pelatih yang pernah menangani Cristiano Ronaldo, Kaká, Paolo Maldini, Karim Benzema hingga Zlatan Ibrahimovic.
Karena itu, fakta bahwa Carlo Ancelotti sampai meminta jersey Mohamed Salah menjadi sesuatu yang spesial di mata publik sepak bola dunia.
Di sisi lain, Mohamed Salah memang terus menunjukkan konsistensi luar biasa bersama Liverpool.
Sejak bergabung dari AS Roma pada 2017, ia sukses membawa Liverpool meraih trofi Liga Champions, Premier League, Piala FA hingga Piala Dunia Antarklub.
Baca Juga: Cari Pengganti Mohamed Salah, Liverpool Pantau Francisco Conceicao dari Juventus
Tak hanya itu, Mohamed Salah juga beberapa kali menjadi top skor Liga Inggris dan masuk daftar pemain terbaik dunia versi berbagai penghargaan internasional.
Kecepatan, kemampuan dribel, naluri mencetak gol, hingga disiplin menjaga performa membuat Mohamed Salah menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.
Banyak pelatih elite Eropa mengakui sulit menghentikan pemain berjuluk Raja Mesir tersebut.
Kini, viralnya pengakuan Carlo Ancelotti kembali membuktikan betapa besar pengaruh Mohamed Salah dalam sepak bola modern.
Bagi banyak penggemar Liverpool, pengakuan itu menjadi bukti bahwa Mohamed Salah bukan sekadar bintang biasa, melainkan pemain spesial yang diakui bahkan oleh pelatih tersukses dunia. (***)
Editor : Alfian Yusni