LombokPost - Musim para pemain baru AC Milan umumnya tidak berjalan mulus.
Sebuah laporan menilai musim para pemain baru AC Milan sangat dipengaruhi oleh cedera, sistem permainan, dan instabilitas tim.
Tidak semua pemain sepenuhnya pantas disalahkan, tapi evaluasi menyeluruh terhadap banyak pemain baru wajib dilakukan.
Baca Juga: Bukan Reformasi, AC Milan di Ambang Revolusi
Pertama, Ardon Jashari, dia mengalami patah fibula tak lama setelah datang dari Club Brugge.
Saat kembali, ia terhalang oleh Luka Modric yang sudah mengunci tempat yang biasa dia mainkan.
Sistem 3-5-2 pelatih AC Milan Massimiliano Allegri juga tampak tidak cocok dengannya.
Baca Juga: Jatah Liga Champions Belum Aman, AC Milan Malah Semakin Linglung
Kedua, Christopher Nkunku yang dibeli dari Chelsea juga kesulitan secara taktik di AC Milan.
Sebagai striker tunggal ia kurang kuat secara fisik, sementara sebagai second striker sempat menjanjikan antara Desember-Februari sebelum kembali menghilang seiring penurunan performa AC Milan secara keseluruhan.
Ketiga, Pervis Estupinan tidak pernah terlihat sebaik saat masih bermain di Liga Inggris.
Baca Juga: Seluruh Jajaran Manajemen AC Milan Harus Bertanggung Jawab atas Kondisi Klub saat Ini
Pervis Estupinan bahkan akhirnya kehilangan tempat utama dari pemain muda AC Milan Davide Bartesaghi setelah masalah cedera.
Keempat, Koni De Winter yang menjalani musim yang mencerminkan inkonsistensi AC Milan.
Dia bermain buruk di Supercoppa melawan Rasmus Hojlund, lalu tampil bagus saat lini belakang AC Milan sedang solid, sebelum kembali runtuh di beberapa kekalahan memalukan terakhir.
Baca Juga: Poin AC Milan dan AS Roma Sama, Ini Aturan yang Berhak Lolos Liga Champions
Kelima, ada Samuele Ricci, gelandang baru AC Milan masih punya waktu berkembang.
Tetapi ekspektasi terhadapnya sangat tinggi karena investasi besar AC Milan, dan harus diakui pemain yang dibeli dari Torino itu belum bisa memenuhinya.
Terakhir, jangan pula lupakan Niclas Fullkrug, sang striker jangkung AC Milan.
Baca Juga: AC Milan Sangat Mungkin Kehilangan Tiket Terakhir Liga Champions, AS Roma dan Como Mengintai
Kendati baru didatangkan di pertengahan musim, harapan bahwa ia bisa membangkitkan lini serang AC Milan dengan cepat memudar.
Itu karena hingga kini satu-satunya gol dia ciptakan saat AC Milan melawan Lecce.
Pemain baru AC Milan yang relatif stabil hanyalah Adrien Rabiot dan Luka Modric.
Gambaran ini menunjukkan masalah AC Milan musim ini bukan hanya soal individu, tetapi juga sistem permainan, cedera, ketidakstabilan tim, dan ekspektasi besar yang sulit dipenuhi pemain baru, juga penyesuaian yang masih sulit dilakukan. (yuk)
Editor : Prihadi Zoldic