LombokPost - AC Milan mencatat capital gain tertinggi dalam sejarah klub musim ini.
Total keuntungan AC Milan dari penjualan pemain mencapai €101,8 juta, seiring ditebusnya Lorenzo Colombo seharga € 10 juta.
Angka capaian AC Milan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang tercipta pada musim 2001-2002.
Baca Juga: Cafu Angkat Bicara soal AC Milan, dari Rafael Leao, Christopher Nkunku, hingga Luka Modric
Hal ini menunjukkan AC Milan sangat aktif dan sukses dalam strategi jual pemain.
Klub berhasil menghasilkan keuntungan besar dari pasar transfer, sehingga kondisi finansial menjadi jauh lebih sehat.
Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar bagi fans, sampai kapan AC Milan terus menjual pemain penting demi keuntungan finansial?
Baca Juga: Calon Penyelamat AC Milan Itu Bernama Zlatan Ibrahimovic
Dalam beberapa musim terakhir, nama-nama besar seperti Sandro Tonali hingga Tijjani Reijnders dilepas AC Milan saat sedang dalam puncak penampilan.
Akhir musim ini juga ada potensi kepergian Rafael Leao, dia merupakan pemain dengan nilai pasar tertinggi milik AC Milan saat ini.
Di sisi sebaliknya, AC Milan dapat dikatakan kurang sukses dalam hal pembelian pemain.
Baca Juga: Christian Pulisic Diduga Berulah, tapi AC Milan Tak Bisa Terlalu Galak
Musim ini Ardon Jashari dan Christopher Nkunku adalah 2 pemain termahal yang didatangkan AC Milan.
Namun keduanya gagal menunjukkan performa terbaik, Ardon Jashari kalah saing dari Luka Modric dan Adrien Rabiot di lini tengah AC Milan.
Sedangkan Christopher Nkunku hanya menjadi pelapis Rafael Leao dan Christian Pulisic.
Baca Juga: Muncul Lagi, 2 Nama Baru Berposisi Striker yang Dikaitkan dengan AC Milan
Masalah lainnya, keuntungan finansial AC Milan tak berbanding lurus dengan pencapaian di atas lapangan. (yuk)
Editor : Prihadi Zoldic