lombokpost - Pernyataan terbuka Mohamed Salah langsung mengguncang publik sepak bola Inggris. Bintang Liverpool FC itu melontarkan kritik tajam terhadap kondisi Liverpool musim ini setelah kekalahan menyakitkan dari Aston Villa.
Dalam pernyataan emosionalnya, Mohamed Salah menegaskan Liverpool telah kehilangan jati diri “heavy metal football” yang selama ini menjadi simbol kejayaan era Jurgen Klopp.
Salah menyebut Liverpool bukan sekadar klub yang mengejar kemenangan, tetapi tim dengan mentalitas petarung, agresivitas tinggi, dan keberanian bermain tanpa rasa takut.
“Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim menyerang yang ditakuti lawan dan kembali memenangkan trofi. Itulah sepak bola yang saya tahu,” tegas Mohamed Salah.
Pernyataan Mohamed Salah itu langsung viral dan dianggap sebagai sindiran keras kepada pelatih anyar Liverpool, Arne Slot.
Salah kecewa karena Liverpool musim ini terlalu sering runtuh dalam pertandingan besar. Salah bahkan menyebut kekalahan demi kekalahan yang dialami Liverpool sangat menyakitkan bagi suporter dan tidak pantas terjadi pada klub sebesar The Reds.
Baca Juga: Bursa Transfer: Liverpool Disarankan Rekrut Michael Olise sebagai Suksesor Mohamed Salah
Pernyataan Mohamed Salah sebagai “bom” yang mengguncang ruang ganti Liverpool. Apalagi Salah secara terang-terangan mengatakan lolos ke Liga Champions hanyalah standar minimum bagi Liverpool, bukan prestasi besar.
Kalimat itu dinilai menjadi pukulan telak untuk Arne Slot. Sebab, sepanjang musim ini Slot berkali-kali menegaskan target realistis Liverpool adalah kembali ke zona Liga Champions.
Padahal, bagi Mohamed Salah dan para pemain senior Liverpool, standar klub ini jauh lebih tinggi. Liverpool harus menjadi penantang gelar dan pemburu trofi setiap musim.
Kolumnis Liverpool Koez Arraihan menilai ucapan Mohamed Salah adalah bentuk parameter kualitas dan budaya profesional yang dibangun sejak era Jurgen Klopp.
Menurutnya, Salah dan pemain senior lain terbiasa dengan disiplin latihan keras, tambahan jam latihan mandiri, hingga standar mentalitas yang tidak bisa ditawar.
“Inilah identitas Liverpool yang dimaksud Salah. Bukan sekadar menang, tapi bagaimana tim tampil dengan keberanian, daya juang, dan kualitas,” tulis Koez.
Baca Juga: Vin Diesel Menangis di Cannes, Peluk Putri Paul Walker: Fast & Furious Rayakan 25 Tahun Penuh Haru
Hubungan Salah dan Arne Slot disebut tidak harmonis dalam beberapa bulan terakhir.
Beberapa laporan bahkan menyebut adanya ketidakpuasan pemain senior terhadap metode latihan dan pendekatan permainan Slot yang dianggap terlalu pragmatis.
Kritik paling tajam muncul ketika Salah menyinggung soal “heavy metal football”. Istilah itu sangat identik dengan era Jurgen Klopp, ketika Liverpool bermain dengan pressing agresif, tempo tinggi, dan mentalitas menyerang tanpa kompromi.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Hantavirus, Dikes NTB Siapkan Rumah Sakit hingga Laboratorium
Namun musim ini, Liverpool justru tampil inkonsisten. Data media Inggris menunjukkan The Reds sudah menelan sekitar 20 kekalahan di semua kompetisi, salah satu catatan terburuk klub sepanjang era Premier League.
Pertahanan Liverpool musim ini termasuk yang paling rapuh dalam beberapa tahun terakhir. Situasi itu membuat tekanan terhadap Arne Slot semakin besar.
Di tengah panasnya kritik, jurnalis Chris William mencoba meredam polemik. Ia menilai Mohamed Salah tidak sedang membuka aib klub ke publik, melainkan mengingatkan Liverpool agar segera memperbaiki masalah internal.
“Salah tidak membongkar aib Liverpool. Dia hanya menunjukkan ada cucian kotor yang harus dibersihkan,” tulis Chris William.
Komentar tersebut kemudian diamini Koez Arraihan.
“Cucian kotor itu harus dibersihkan, bukan dijemur,” tutupnya. (***)
Editor : Alfian Yusni