LombokPost - Panggung tertinggi sepak bola Eropa siap membara. Setelah sukses menyudahi puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun, kini momentum emas berada di depan mata The Gunners untuk mencatatkan sejarah baru. Duel hidup mati Arsenal vs PSG di Final Liga Champions musim 2025/2026 bakal tersaji di Puskas Stadium, Budapest, pada Sabtu malam waktu setempat.
Bagi Meriam London, partai kali ini bukan sekadar laga biasa. Ini adalah sebuah misi sakral untuk mengakhiri penantian panjang selama 55 tahun demi bisa melihat Arsenal juara Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub berdiri.
Ambisi besar untuk melihat Arsenal juara Liga Champions dipastikan tidak akan berjalan mudah. Sang lawan, Paris Saint-Germain (PSG), datang dengan status mentereng sebagai juara bertahan. Musim lalu, langkah raksasa London Utara ini bahkan harus terhenti di babak semifinal usai dijegal klub kaya raya asal Prancis tersebut. Tak heran jika laga ini mengusung aroma balas dendam yang sangat pekat.
Baca Juga: Sikut Manchester United, Mikel Arteta Turun Tangan Rayu Gelandang Valencia untuk Arsenal
Kendati demikian, anak asuh Mikel Arteta mengantongi modal yang sangat impresif. Sepanjang kampanye kompetisi antarklub Eropa musim ini, Bukayo Saka dkk belum tersentuh kekalahan dalam 14 pertandingan. Ketangguhan lini pertahanan The Gunners akan diuji habis-habisan oleh ketajaman lini serang Les Parisiens yang dikenal sangat mematikan.
Pelatih Meriam London, Mikel Arteta, menegaskan bahwa laga ini adalah momentum langka yang wajib dimanfaatkan demi membawa Arsenal juara Liga Champions. Juru taktik asal Spanyol itu meminta anak asuhnya bermain tanpa rasa takut dan menunjukkan mentalitas pemenang sejak menit awal.
"Ini adalah kesempatan berharga untuk menguasai momen penting. Ini kedua kalinya dalam sejarah kita berada di fase ini, dan kita punya peluang besar untuk menulis lembaran sejarah baru. Untuk mewujudkannya, kita harus bermain dengan kejelasan taktik, keberanian tinggi, dan hasrat tanpa henti untuk menang," ujar Mikel Arteta.
Baca Juga: Bursa Transfer Arsenal 2026: Intip Rencana Cuci Gudang Mikel Arteta demi Bomber Anyar
Arteta juga menambahkan bahwa ambisi timnya kini jauh lebih besar setelah berhasil mengamankan trofi domestik. Menurutnya, skuad yang ada saat ini sudah sangat matang dan memiliki kapasitas mumpuni untuk mengunci kemenangan dan mengamankan juara Liga Champions.
Di kubu seberang, PSG yang diarsiteki Luis Enrique juga tidak ingin kehilangan momentum. Sempat terseok-seok di fase liga dan finis di peringkat ke-11, raksasa Prancis ini perlahan tapi pasti kembali menemukan performa terbaiknya. Sebelum melangkah ke Final Liga Champions menantang rivalnya, PSG sukses mendepak tim-tim kuat Inggris seperti Chelsea dan Liverpool, serta menumbangkan Bayern Munchen di semifinal.
Menatap duel Arsenal vs PSG, Luis Enrique melihat kedua tim memiliki kemiripan filosofi permainan meski menempuh jalur yang berbeda. Enrique memprediksi jalannya laga akan ditentukan oleh detail-detail kecil di lapangan, baik dari segi transisi bertahan maupun efektivitas serangan.
"Pendekatan di sebuah final selalu berbeda. Anda harus memanfaatkannya sebaik mungkin karena Anda tidak pernah tahu kapan bisa mencapainya lagi. Kami sudah sering bertemu mereka dalam beberapa tahun terakhir. Ada detail kecil yang bisa kami ubah untuk meningkatkan performa di lini depan maupun lini belakang," kata Luis Enrique.
Editor : Pujo Nugroho