Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Piala Dunia 2026: AS Terapkan Aturan Ketat Timnas Iran di AS Selama Piala Dunia 2026  

Pujo Nugroho • Minggu, 7 Juni 2026 | 18:58 WIB
Amerika Serikat menerapkan aturan khusus untuk Timnas Iran selama gelaran Piala Dunia 2026.
Amerika Serikat menerapkan aturan khusus untuk Timnas Iran selama gelaran Piala Dunia 2026.

 

LombokPost - Gelaran akbar Piala Dunia 2026 langsung dihantam isu miring politik luar negeri. Turnamen sepak bola terbesar di dunia ini mendadak dikejutkan oleh pengumuman mengenai aturan ketat Timnas Iran di AS yang dinilai sangat diskriminatif.

Pemerintah Amerika Serikat secara resmi memaksa seluruh anggota skuad Iran untuk mematuhi regulasi masuk dan keluar perbatasan pada hari yang sama. Kebijakan ini memicu polemik panjang mengenai dasar hukum.

Langkah drastis ini diambil setelah munculnya serangkaian klaim keamanan sepihak dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara kedua negara. Akibatnya, tim nasional yang dikenal dengan julukan Team Melli tersebut hanya diizinkan menginjakkan kaki di tanah Amerika pada hari pertandingan berlangsung.

Mandat kepulangan kilat ini tentu menjadi mimpi buruk logistik yang sangat nyata bagi tim kepelatihan. Skuad hanya boleh menyeberangi perbatasan pada pagi hari menjelang kick-off dan diwajibkan langsung angkat kaki meninggalkan Amerika Serikat segera setelah peluit panjang akhir pertandingan dibunyikan.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Nasib Apes Brasil, Wesley Terancam Absen di Piala Dunia

Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengonfirmasi langsung situasi pelik yang tengah dihadapi tim nasionalnya kepada awak media. Ia membenarkan bahwa timnya tidak memiliki ruang gerak bebas akibat aturan ketat Amerika Serikat.

"Kami hanya bisa masuk ke wilayah Amerika Serikat pada pagi hari dan kami harus segera pergi pada hari yang sama," ujar Abolfazl Pasandideh.

Pengaturan perjalanan yang sangat tidak biasa ini memaksa federasi sepak bola mereka membatalkan rencana awal. Skuad awalnya dijadwalkan membangun markas latihan terpusat di wilayah Tucson, Arizona, sebelum rencana itu buyar total.

Sebagai gantinya, manajemen tim memutuskan untuk mengalihkan pangkalan utama mereka ke wilayah negara tetangga, Meksiko. Keputusan ini diambil demi menyiasati kelelahan fisik pemain yang diprediksi bakal terkuras habis.

Ketegangan ini semakin diperparah oleh pernyataan tajam dari jajaran pejabat Washington yang melayangkan tuduhan serius kepada delegasi asing tersebut. Pihak Departemen Luar Negeri AS menjadikan faktor keamanan nasional sebagai dalil utama untuk memperketat aturan.

Meski demikian, otoritas setempat memastikan bahwa visa olahraga yang diperlukan agar tim bisa bertanding di turnamen ini tetap diterbitkan. Namun, proses pemeriksaan dokumen berjalan sangat lambat dan berlapis-lapis.

Melihat sekutunya menolak memberikan izin tinggal semalam bagi para pemain, Pemerintah Meksiko langsung turun tangan menawarkan solusi. Mereka bersedia menjadi pelindung dan tempat bernaung bagi skuad selama fase grup untuk menghindari dampak buruk dari aturan.

Sebelumnya, manajemen Team Melli sempat melayangkan protes resmi dan melobi FIFA agar seluruh jadwal pertandingan mereka dipindahkan total ke stadion di Meksiko. Namun, induk organisasi sepak bola dunia tersebut menolak tuntutan itu, sehingga tim dipaksa menjalani komuter lintas batas demi mematuhi aturan ketat.

Baca Juga: Opening Ceremony Piala Dunia 2026: Intip Jadwal, Lokasi, dan Daftar Artisnya

Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menanggapi situasi ini secara langsung dengan memberikan dukungan moral yang besar kepada tim tamu. Ia memastikan negaranya tidak akan ikut-ikutan menerapkan pembatasan seperti Amerika Serikat.

"Kami tidak memiliki alasan apa pun untuk menolak kehadiran mereka di sini. Amerika Serikat mungkin tidak ingin mereka menginap, tetapi mereka harus bermain tiga kali di sana. Jadi ketika mereka bertanya apakah bisa tinggal di Meksiko, kami jawab ya, tidak ada masalah bagi kami," pungkas Claudia.

Editor : Pujo Nugroho
#Berita Piala Dunia 2026 #Kontroversi Piala Dunia 2026 #Amerika Serikat #iran #piala dunia 2026