Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia, Wasit Somalia Omar Artan Ditunjuk Pimpin Piala Super UEFA 2026

Redaksi Lombok Post • Kamis, 11 Juni 2026 | 21:50 WIB
Ribuan warga memadati stadion di Mogadishu untuk menyambut kepulangan wasit FIFA asal Somalia, Omar Artan, yang mendapat sambutan bak pahlawan nasional.
Ribuan warga memadati stadion di Mogadishu untuk menyambut kepulangan wasit FIFA asal Somalia, Omar Artan, yang mendapat sambutan bak pahlawan nasional.

LombokPost— Otoritas tertinggi sepak bola Eropa, UEFA, mengambil langkah mengejutkan dengan memberikan kepercayaan besar kepada pengadil lapangan asal Somalia. UEFA umumkan Omar Artan akan memimpin Piala Super setelah dilarang memimpin Piala Dunia.

Keputusan ini menjadi titik balik penting bagi karier sang wasit setelah sempat mengalami pembatalan tugas di turnamen sepak bola terakbar sejagat. Wasit Somalia, Omar Artan, yang dilarang masuk ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia, kini akan memimpin Piala Super UEFA.

Sebelumnya, penunjukan Artan di panggung dunia diproyeksikan menjadi catatan sejarah baru bagi dunia perwasitan negaranya. Omar Artan seharusnya menjadi wasit pertama dari Somalia yang memimpin Piala Dunia setelah dinobatkan sebagai wasit pria terbaik Afrika pada tahun 2025.

Baca Juga: Ditolak Masuk AS Jelang Piala Dunia, Wasit Somalia Ini Pulang Disambut Bak Pahlawan Nasional

Kendala administratif dan imigrasi di pintu masuk negara tuan rumah menjadi pemicu batalnya debut Artan di Piala Dunia. Namun, setelah dilarang masuk ke negara itu di Bandara Internasional Miami oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan setelah interogasi yang panjang, ia dilarang masuk ke AS, meskipun memegang paspor diplomatik.

Pihak otoritas penyelenggara Texas-Amerika Serikat memberikan pembelaan resmi terkait ketatnya prosedur skrining keamanan yang diterapkan kepada delegasi asing.

Andrew Giuliani, direktur eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia, membela keputusan tersebut minggu ini, dengan menyatakan:

"Sampai saat ini, kami telah menerima 35 tim yang datang ke Amerika Serikat. Tidak ada pemain, tidak ada pelatih yang ditolak.

"Ada beberapa ofisial yang ditolak, dan dengan alasan yang baik."

Baca Juga: Jelang Piala Dunia, Bukayo Saka Dipastikan Absen dalam Laga Inggris Vs Kosta Rika

Tindakan deportasi tersebut memicu gelombang simpati serta kecaman dari berbagai pihak. Keputusan tersebut menuai kritik keras dan ketika Artan kembali ke Somalia, ia disambut bak pahlawan setibanya di Mogadishu.

Guna mengembalikan hak profesional sang pengadil, UEFA secara resmi menyerahkan mandat untuk memimpin laga sarat gengsi di Eropa. Sekarang, saat ia menghadapi kekecewaan karena tidak dapat memimpin pertandingan Piala Dunia, UEFA telah mengumumkan bahwa Artan akan memimpin pertandingan Piala Super UEFA 2026 antara juara Liga Europa Aston Villa dan juara Liga Champions Paris Saint-Germain.

Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk solidaritas antar-konfederasi sepak bola global. Presiden UEFA Alexander Ceferin mengomentari keputusan tersebut yang disambut dengan tangan terbuka oleh para penggemar.

"Omar Artan adalah wasit muda yang luar biasa namun sudah berpengalaman, yang telah membuktikan dirinya di level kompetisi tertinggi Konfederasi Sepak Bola Afrika.

"Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan orang, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormatnya kepada Omar dan kemampuan perwasitannya yang luar biasa, yang telah membuatnya mendapatkan nominasi bergengsi tersebut. Saya berterima kasih kepada teman saya, Presiden CAF Patrice Motsepe, atas dukungannya yang antusias terhadap inisiatif kami."

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Omar Artan #piala dunia #uefa