LombokPost - Matchday kedua babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 mulai menyajikan kejutan. Dalam pertandingan ketat yang hanya menghasilkan sedikit peluang bersih, gol semata wayang di babak pertama sukses membawa Skotlandia mengalahkan Haiti. Kemenangan tipis ini menjadi modal krusial bagi mereka.
Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan yang digelar di Stadion Boston ini berlangsung silih berganti dengan tensi tinggi. Kedua tim berusaha keras menemukan ritme permainan terbaik mereka di hadapan puluhan ribu penonton yang bergemuruh. Pasukan Tartan Army langsung mengambil inisiatif serangan demi mengamankan poin penuh untuk memperbaiki posisi di Grup C.
Bintang Manchester United Scott McTominay, hampir saja membuka keunggulan setelah menanduk bola melewati mistar gawang pada menit ketujuh. Tak lama berselang, peluang emasnya kembali membentur tiang gawang ketika anak asuh Steve Clarke mulai meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan demi menegaskan dominasi Timnas Skotlandia di atas lapangan hijau.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Drama Gol Bunuh Diri Menit 94, Qatar Tahan Imbang Swiss
Haiti yang bermain tanpa beban terus memberikan perlawanan militan kepada armada Skotlandia. Namun, petaka bagi wakil Concacaf itu akhirnya lahir pada menit ke-29. Gelandang andalan Aston Villa, John McGinn, memulai perayaan luar biasa bagi para pendukung setia Tartan Army lewat gol cantiknya yang mengubah papan skor.
Proses gol pembuka tersebut lahir berkat kecerdikan penyerang Che Adams dalam mengontrol bola panjang. Ia kemudian mengopernya kepada Ben Gannon-Doak yang langsung mengirimkan umpan silang akurat ke arah tiang dekat. Meski lini belakang Haiti berhasil memotong serangan tersebut, John McGinn sudah menunggu di tepi kotak penalti untuk menyambar bola muntah. Sepakan kerasnya sempat mengenai pemain lawan sebelum berbelok masuk ke gawang.
Usai jeda minum, Haiti yang tertinggal mulai menemukan lebih banyak ruang dan menciptakan beberapa peluang setengah matang ke lini pertahanan Skotlandia. Ruben Providence menjadi pemain yang paling dekat untuk menyamakan kedudukan setelah menusuk tajam dari sisi sayap dan melepaskan tembakan rendah. Beruntung, kemelut di dalam kotak penalti tersebut gagal dikonversi menjadi gol penyeimbang.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Gol Vinicius Jr Selamatkan Brazil dari Gempuran Maroko
Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan babak kedua berlangsung dengan intensitas yang sama tinggi, tetapi kedua kesebelasan sangat kesulitan menciptakan peluang bersih. Skotlandia seharusnya bisa menambah keunggulan mereka melalui skema serangan balik cepat. John McGinn mendapatkan ruang tembak yang cukup bebas di area terlarang, namun sepakannya melenceng tipis di bawah tekanan ketat kapten Haiti, Ricardo Ade.
Beberapa saat kemudian, lini belakang Tartan Army dipaksa bekerja ekstra keras menahan gempuran. Ruben Providence hampir saja menciptakan gol dari situasi yang tampaknya tidak berbahaya. Winger lincah tersebut mengirimkan umpan silang datar yang melintasi kotak penalti Skotlandia, tetapi Wilson Isidor yang berada di posisi menguntungkan gagal menyambut bola di tiang jauh.
Menjelang peluit panjang dibunyikan, Haiti mendapatkan satu peluang emas terakhir untuk menyelamatkan muka mereka. Penyerang jangkung Frantzdy Pierrot melompat lebih tinggi daripada para pemain bertahan Skotlandia untuk menyambut umpan silang dari sisi kanan. Pierrot berhasil melakukan kontak kepala dengan sangat baik, namun dewi fortuna belum memihak karena bola hanya melenceng beberapa sentimeter di sisi gawang Angus Gunn.
Hingga laga berakhir, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan Tartan Army. Dengan tambahan tiga angka berharga ini, Timnas Skotlandia kini berhak memimpin klasemen sementara Grup C dengan raihan 3 poin. Sementara itu, dua tim raksasa lainnya yakni Brasil dan Maroko terpaksa mengekor di posisi bawah setelah keduanya hanya mampu bermain imbang di laga pembuka, membuat persaingan memperebutkan tiket fase gugur Piala Dunia 2026 kian membara.
Editor : Pujo Nugroho