LombokPost - Tiga pekan sudah setelah perombakan besar di Casa Milan yang memaksa pergantian struktur manajemen hingg melatih AC Milan.
Dan hasilnya kini, AC Milan masih belum memiliki struktur manejerial yang pas, pencarian pelatih juga masih berjalan lambat.
AC Milan memiliki penundaan kepengurusan baru yang ekstrem dan serius dibandingkan dengan semua tim lain di Liga Italia.
Urusan pelatih, kini Ruben Amorim yang terdepan, dia telah menerima semua persyaratan dan telah menyatakan ya untuk melatih Rossoneri, AC Milan.
Kini semua terserah Gerry Cardinale sang pemilik sekaligus pemegang kuasa tertinggi AC Milan.
Pelatih asal Portugal itu datang dari kegagalan menyakitkan di Manchester United, sehingga wajar rasanya banyak fans AC Milan cukup ragu.
Tetapi di sana, di Manchester United, dalam beberapa tahun terakhir memang banyak ppelatih yang gagal.
Kabar baiknya adalah, Ruben Amorim pernah sangat sukses di Sporting Lisbon.
Di sana, pemain mampu mematuhi setiap permintaan taktisnya, klub Portugal itu jadi tim yang pandai menekan, bermain dengan intensitas tinggi saat menyerang.
Baca Juga: Pola Ruben Amorim Terbukti Gagal di Manchester United, Mengapa AC Milan Berminat
Kembali ke kabar buruk, sebelum Ruben Amorim, AC Milan pernh ilatih dua pelatih asal Portugal yang keduanya gagal, Paulo Fonseca dan Sergio Conceicao.
Mencegah potensi kegagalan serupa, manajemen AC Milan harus membangun tim sesuai dengan yang diinginkan pelatih.
Masalahnya adalah, AC Milan kini dikenal sbagai tim irit dengan perhitungan rumit untuk soal belnaja pemain.
Baca Juga: Makin Menggantung, Kini Giliran Ruben Amorim yang Dikaitkan dengan AC Milan, Disebut Paling Dekat
Sehingga wajar ada ketidakpercayaan besar dari kalangan fans AC Milan yang ak yakin Gerry Cardinale dapat memaksakan visinya di Italia.
Mengubah AC Milan dengan mengimpor model olahraga Amerika sebagai hiburan murni, berdasarkan spektakulerisasi acara seperti yang terjadi di NFL. (yuk)
Editor : Prihadi Zoldic