Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Piala Dunia 2026: Spanyol Gagal Menang, Lamine Yamal Tak Berkutik Lawan Cabo Verde  

Pujo Nugroho • Selasa, 16 Juni 2026 | 12:09 WIB
Cabor Verde berhasil menahan imbang Spanyol dalam laga penyisihan grup Piala Dunia 2026. (FIFA)
Cabor Verde berhasil menahan imbang Spanyol dalam laga penyisihan grup Piala Dunia 2026. (FIFA)

 

LombokPost - Kejutan besar luar biasa tercipta di panggung sepak bola dunia. Timnas Spanyol yang bertabur bintang di luar dugaan gagal memetik kemenangan penuh. Hasil Spanyol vs Cabo Verde berakhir dengan skor kacamata alias imbang tanpa gol, sebuah torehan yang langsung mengguncang jagat sepak bola universal.

Cabo Verde, sebuah negara kecil yang hanya berpenduduk sekitar 500 ribu jiwa, berhasil tampil heroik. Sepanjang jalannya pertandingan, mereka sukses meredam agresivitas Spanyol asuhan Luis de la Fuente. Skor kacamata ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras mampu meruntuhkan dominasi raksasa.

Sejak peluit pertama berbunyi, Spanyol sebenarnya langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi penguasaan bola. Peluang emas pertama La Roja lahir melalui sepakan Ferran Torres yang membentur mistar gawang. Bola muntah langsung disambar lewat sundulan Mikel Oyarzabal, namun kiper Cabo Verde, Vozinha, tampil luar biasa menyelamatkan bola.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Gol Dramatis Amad Diallo Bawa Pantai Gading Tekuk Ekuador

Ketangguhan kiper gaek berusia 40 tahun milik Cabo Verde itu benar-benar menjadi momok menakutkan bagi lini serang Spanyol. Sebelum turun minum, sang penjaga gawang legendaris kembali melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis sundulan tajam Aymeric Laporte. Hingga babak pertama usai, hasil masih sama kuat 0-0.

Memasuki babak kedua, dominasi Timnas Spanyol tidak mengendur. Gelandang Fabian Ruiz sempat melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung tipis. Disiplinnya barisan pertahanan Cabo Verde membuat setiap gempuran juara Eropa itu selalu patah di tengah jalan.

Melihat timnya buntu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente, memasukkan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, pada menit ke-71. Masuknya Lamine Yamal instan mengubah tempo permainan La Roja menjadi lebih dinamis dan eksplosif. Namun, rapatnya low block atau pertahanan rendah yang diterapkan skuad Cabo Verde membuat ruang gerak sang pemain muda terkunci rapat.

Baca Juga: Gilas Tunisia, Duet Maut Gyokeres-Isak Bawa Swedia Rajai Grup F Piala Dunia 2026

Menjelang akhir laga, Oyarzabal kembali mendapatkan peluang matang di dalam kotak penalti. Sayang, tembakannya justru melenceng dari target. Hingga wasit meniup peluit panjang, papan skor tidak berubah dan dipastikan berakhir imbang, memberikan satu poin historis bagi tim underdog.

Seusai laga, Vozinha yang dinobatkan sebagai pemain terbaik tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya. "Kami bekerja sangat keras untuk hari besar ini. Kami tahu kualitas kami dan sangat bahagia bisa menahan Timnas Spanyol," ujarnya bangga.

Di sisi lain, kekecewaan mendalam dirasakan gelandang andalan Spanyol, Rodri. Menurutnya, masalah utama timnya adalah kegagalan memanfaatkan peluang sekecil apa pun saat menghadapi lawan yang bertahan total. "Melawan tim yang menumpuk pemain di belakang, Anda harus klinis. Sesederhana itu," sesal Rodri.

Pelatih Luis de la Fuente juga mengakui skuad Spanyol kekurangan kreativitas dan kesegaran fisik dalam membongkar pertahanan berlapis Cabo Verde. "Kami kekurangan sentuhan akhir yang klinis. Lawan bermain sangat bertenaga dengan blok pertahanan yang sangat rendah. Di sepak bola modern, sudah tidak ada lagi lawan yang kecil," pungkas De la Fuente.

Editor : Pujo Nugroho
#Hasil Piala Dunia 2026 #Cabo Verde #lamine yamal #spanyol #piala dunia 2026