LombokPost - Panggung sepak bola sejatinya selalu melahirkan cerita ajaib yang sulit dinalar. Keberhasilan Cabo Verde menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol, menjadi bukti terbaru bagaimana panggung ini ramah terhadap tim papan bawah. Sensasi Cabo Verde ini seolah memperpanjang daftar panjang kisah debut ekstrem timnas dunia yang sukses mengukir tinta emas dalam sejarah Piala Dunia.
Melalui taktik disiplin tingkat tinggi yang diinstruksikan pelatih Bubista, negara kecil berpenduduk 500 ribu jiwa ini berhasil membungkam prediksi pengamat lewat hasil imbang tanpa gol. Kejutan besar ini membawa ingatan pencinta sepak bola universal pada memori lawas mengenai fenomena debut ekstrem timnas dunia terdahulu yang secara mengejutkan mampu menjungkirbalikkan prediksi di panggung sejarah Piala Dunia.
Sebelum Cabo Verde mengguncang dunia, ada kisah epik dari Islandia yang mencatatkan debut di Rusia pada tahun 2018 lalu. Berstatus sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke putaran final saat itu, Islandia langsung dihadapkan dengan raksasa Amerika Selatan sekaligus finalis edisi sebelumnya, Argentina.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Lukaku Selamatkan Belgia dari Kekalahan atas Mesir
Meski sempat tertinggal lewat gol cepat Sergio Aguero, Islandia pantang menyerah dan berhasil membalas melalui Alfred Finnbogason. Puncak drama dalam sejarah Piala Dunia ini terjadi saat kiper Islandia, Hannes Halldorsson, mementahkan eksekusi penalti megabintang Lionel Messi. Skor imbang 1-1 menjadi catatan debut yang paling diingat karena sukses membuat frustrasi peraih Ballon d'Or tersebut.
Kisah debut berikutnya datang dari Benua Eropa, tepatnya saat Slovakia tampil mandiri untuk pertama kali di Afrika Selatan pada tahun 2010. Berada di laga pamungkas fase grup dan wajib menang untuk lolos ke babak 16 besar, Slovakia justru dihadapkan pada laga hidup mati melawan sang juara bertahan, Italia.
Secara luar biasa, Slovakia menyajikan penampilan spartan yang tercatat sebagai salah satu debut ekstrem timnas dunia paling ikonik. Melalui dua gol Robert Vittek dan satu gol Kamil Kopunek, Slovakia menghancurkan Gli Azzurri dengan skor ketat 3-2. Kemenangan dramatis ini tidak hanya membawa mereka lolos, tetapi juga menyingkirkan Italia secara tragis dari Piala Dunia 2010.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Spanyol Gagal Menang, Lamine Yamal Tak Berkutik Lawan Cabo Verde
Berbicara soal kejutan terbesar, tidak ada yang bisa melupakan aksi luar biasa Senegal di Korea-Jepang 2002. Datang sebagai tim debutan yang sama sekali tidak diperhitungkan, Senegal langsung dipasangkan dengan Prancis di laga pembuka turnamen, tim yang kala itu berstatus sebagai juara bertahan Piala Dunia dan juara Eropa.
Namun, laga pembuka itu justru menjadi panggung pamer aksi debut bagi armada Bruno Metsu. Gol tunggal Papa Bouba Diop memanfaatkan kemelut di depan gawang membuahkan kemenangan 1-0 bagi Senegal. Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia, yang kemudian menginspirasi langkah Senegal menembus babak perempat final.
Jauh sebelum era modern, wakil Asia, Korea Utara, sudah lebih dulu memahat cerita debut ekstrem timnas dunia pada edisi 1966 di Inggris. Sempat menelan kekalahan di laga perdana dari Uni Soviet, tim berjuluk Chollima ini perlahan bangkit dengan menahan imbang Chile berkat gol telat Pak Seung-Zin.
Puncak dari kegilaan performa debut ekstrem timnas dunia mereka terjadi di laga penentuan grup melawan Italia. Gol tunggal dari Pak Doo-Ik sukses membawa Korea Utara menang tipis 1-0 atas Italia di Middlesbrough. Kemenangan bersejarah ini membawa Korea Utara lolos ke perempat final dan menjadi dongeng paling legendaris yang tertulis rapi dalam buku sejarah Piala Dunia sepanjang masa. Kini, estafet kejutan itu resmi diteruskan oleh Cabo Verde.
Editor : Pujo Nugroho