LombokPost - Penyerang berbadan kekar asal Belgia, Romelu Lukaku, biasanya dikenal lewat senyuman lebarnya di lapangan hijau. Namun, siapa sangka jika setahun belakangan ini menjadi periode paling kelam dan penuh cobaan dalam hidupnya. Air mata Romelu Lukaku yang sempat tumpah beberapa waktu lalu menjadi bukti betapa beratnya beban mental yang harus dipikul sang striker Belgia jelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Sebelum terbang ke Amerika Utara untuk berlaga di Piala Dunia 2026, nasib sial bertubi-tubi menghampiri sang bomber. Romelu Lukaku harus menderita cedera parah saat menjalani pramusim bersama klubnya, Napoli, yang membuatnya absen hingga berbulan-bulan. Tak sampai di situ, hantaman psikologis berat kembali datang ketika sang ayah tercinta dinyatakan meninggal dunia, membuat fase sulit kehidupan sang striker semakin hancur berantakan.
Saat berhasil mencetak gol tunggalnya untuk Napoli melawan Hellas Verona pada akhir Februari lalu, air mata Romelu Lukaku langsung pecah di lapangan. Isak tangis itu menceritakan semua rasa frustrasi yang ia pendam sendirian. Sayangnya, gol itu tidak lantas mengubah nasibnya secara instan karena ia tetap kesulitan mendapatkan menit bermain, hingga tercatat hanya bermain selama 64 menit saja di sepanjang musim bersama Napoli.
Baca Juga: Simak 5 Debut Timnas Dunia Paling Gila yang Bikin Juara Bertahan Menangis di Piala Dunia
Banyak pihak menilai kontribusi minim itu tidak akan cukup untuk membawa sang pemain berada dalam kondisi terbaik di Piala Dunia 2026. Kendati demikian, pelatih skuad Setan Merah, Rudi Garcia, menutup telinga dan menolak meninggalkan sang penyerang.
Kualitas magis itu terbukti nyata dalam laga pembuka Grup G melawan Mesir. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-71 saat negaranya tertinggal 1-0, sang monster lapangan langsung menghentak. Hanya butuh waktu 20 detik bagi Romelu Lukaku ini untuk menyambut umpan silang Thomas Meunier, yang memaksa bek lawan melakukan gol bunuh diri.
Seusai laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut, Rudi Garcia mengakui kondisi fisik sang pemain belum bugar total untuk bermain sejak menit awal. "Dia belum siap jadi starter. Jujur, kami bahkan sempat tidak berharap dia bisa ikut ke Piala Dunia 2026 setelah hanya bermain 64 menit dalam semusim. Sangat fantastis melihatnya kembali, meski fisiknya masih harus beradaptasi. Namun, kehadiran Romelu Lukaku ini terbukti sangat krusial bagi tim," puji Garcia.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Lukaku Selamatkan Belgia dari Kekalahan atas Mesir
Kehadiran sosok tangguh Romelu Lukaku ini juga mendapat apresiasi masif dari rekan-rekan setimnya. Gelandang jangkar Kevin De Bruyne menyebut bahwa penyerang bertubuh besar itu punya talenta langka yang bisa mengubah jalannya laga seketika. "Meski tercatat sebagai gol bunuh diri, presensi fisik striker ini di kotak penalti sangat vital menghancurkan fokus bek lawan," cetus De Bruyne.
Kiper utama Thibaut Courtois dan kapten Youri Tielemans turut menyuarakan hal senada mengenai pentingnya sang bomber utama. Mereka sepakat bahwa meski belum fit 100 persen akibat cedera panjang di Napoli, ia adalah pilar fundamental yang tak tergantikan. Hanya sang pemain yang tahu apa yang berkecamuk di dalam kepalanya saat merayakan gol tersebut.
Editor : Pujo Nugroho