LombokPost - Penampilan luar biasa ditunjukkan penyerang maut Erling Haaland dalam laga perdana fase grup. Erling Haaland sukses tampil menggila dan menginspirasi kemenangan meyakinkan Norwegia saat berhadapan dengan Irak dalam laga comeback bersejarah kedua negara di panggung Piala Dunia.
Kembalinya kedua negara ke pentas Piala Dunia abad ini langsung menyajikan duel sengit sejak menit awal. Namun, magis Erling Haaland terbukti menjadi pembeda setelah sang striker predator berhasil membawa Timnas Norwegia unggul cepat melalui skema serangan balik mematikan yang melibatkan 14 operan terukur dari lini belakang.
Irak sempat memberikan perlawanan sengit di pertengahan babak pertama turnamen Piala Dunia ini. Striker veteran Irak, Aymen Hussein, sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1, namun ketajaman Erling Haaland kembali membawa petaka bagi lini pertahanan lawan.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Argentina Libas Aljazair, Lionel Messi Borong 3 Gol dan Cetak Sejarah
Erling Haaland dengan jeli memanfaatkan kesalahan komunikasi bek dan kiper Irak untuk mencetak gol keduanya sekaligus membawa Timnas Norwegia memimpin di paruh pertama.
Memasuki babak kedua, dominasi rekan-rekan Erling Haaland di skuad Norwegia semakin tidak terbendung. Pemain pengganti Leo Ostigard yang baru masuk tiga menit langsung memperlebar jarak skor, sebelum akhirnya gol bunuh diri dari Aymen Hussein menutup laga Piala Dunia ini dengan kemenangan telak bagi tim berjuluk Lions tersebut.
Seusai pertandingan, Erling Haaland mengaku sangat puas dengan hasil maksimal yang diraih Norwegia di laga pembuka Piala Dunia. Bomber Manchester City tersebut berharap kemenangan ini bisa membuat seluruh masyarakat Norwegia bangga dan merayakan hasil positif ini dengan berpesta.
Baca Juga: Messi Cetak Hattrick Perdana di Piala Dunia, Argentina Bungkam Aljazair di Laga Pembuka
Kemenangan impresif yang dimotori oleh aksi-aksi berkelas Erling Haaland ini langsung mengantarkan Timnas Norwegia ke puncak klasemen sementara Grup I. Meski demikian, Erling Haaland mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak jemawa karena tantangan berat di laga sisa fase grup Piala Dunia sudah menanti di depan mata.
Editor : Pujo Nugroho