LombokPost - Lionel Messi kembali menunjukkan kelasnya di panggung terbesar sepak bola dunia. Setelah mencetak hattrick dan membawa Argentina menang 3-0 atas Aljazair di laga pembuka Piala Dunia 2026, megabintang berusia 38 tahun itu justru melontarkan pujian kepada legenda tenis Rafael Nadal.
Messi mengaku melihat banyak kesamaan antara dirinya dan Nadal, terutama dalam hal dedikasi, semangat kompetitif, serta keinginan untuk terus tampil di level tertinggi meski usia tak lagi muda.
Dalam wawancara seusai pertandingan, kapten Argentina itu mengungkapkan bahwa dirinya sedang mengikuti serial dokumenter tentang Nadal dan merasa sangat terhubung dengan perjalanan karier petenis Spanyol tersebut.
Baca Juga: Messi Cetak Hattrick Perdana di Piala Dunia, Argentina Bungkam Aljazair di Laga Pembuka
“Saya suka bermain sepak bola. Itu sudah menjadi gairah saya sejak kecil dan ketika saya dalam kondisi baik, saya selalu memberikan segalanya,” ujar Messi.
“Saat ini kami sedang menonton serial Rafa Nadal dan saya benar-benar bisa mengidentifikasi diri dengannya. Saya pikir kami sangat mirip dalam hal itu. Saya selalu ingin memberikan segalanya dan selalu ingin merasa baik. Selama saya cukup sehat, saya akan tetap berada di sana,” lanjutnya.
Penampilan Messi dalam laga melawan Aljazair semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Lionel Messi Pensiun Usai Kompetisi? Ini Ambisi Terakhir Sang Megabintang
Tiga gol yang dicetaknya membawa Argentina meraih kemenangan meyakinkan 3-0 sekaligus mengawali langkah sebagai juara bertahan Piala Dunia dengan hasil sempurna.
Selain itu, hattrick tersebut membuat Messi menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia dengan koleksi 16 gol, setara dengan legenda Jerman, Miroslav Klose.
Menjelang ulang tahunnya yang ke-39, Messi juga menjadi pemain tertua yang mampu mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Baca Juga: MV Baru Shakira dan Burna Boy Guncang Dunia, Fans Heboh Lihat Messi Bicara Inggris
Pujian Messi kepada Nadal bukan tanpa alasan. Dalam dunia tenis, Nadal dikenal sebagai simbol ketangguhan dan daya juang luar biasa.
Legenda Spanyol itu berhasil memenangkan delapan gelar Grand Slam setelah berusia 30 tahun. Bahkan, Nadal menjadi satu-satunya petenis putra yang mampu merebut beberapa gelar Grand Slam di tiga dekade berbeda.
Karier Nadal juga dikenal penuh tantangan akibat cedera berkepanjangan. Namun, ia tetap mampu kembali bersaing di level tertinggi dan terus menambah koleksi gelarnya.
Semangat itulah yang tampaknya membuat Messi merasa memiliki kedekatan secara mental dengan mantan petenis nomor satu dunia tersebut.
Baca Juga: ”Last Dance” Neymar, Messi, Ronaldo, dan Modric, Momentum Terakhir CR7 Buru Trofi Piala Dunia
Kekaguman antara Messi dan Nadal sebenarnya sudah berlangsung lama. Pada 2023, keduanya sama-sama masuk nominasi penghargaan Laureus World Sports Awards untuk kategori Atlet Terbaik Dunia.
Kala itu, Nadal secara terbuka mendukung Messi setelah sang bintang Argentina sukses membawa negaranya menjuarai Piala Dunia Qatar 2022. “Tahun ini kamu pantas mendapatkannya, Leo Messi,” tulis Nadal melalui akun media sosialnya.
Messi pun membalas dengan penuh hormat. “Terima kasih banyak, Rafa Nadal. Anda juga pantas mendapatkan semuanya karena cara Anda berkompetisi setiap kali berada di lapangan. Anda adalah seorang pemenang sejati,” balas Messi.
Hubungan saling menghormati tersebut menjadi bukti bahwa para atlet besar memahami pengorbanan yang dibutuhkan untuk mencapai puncak prestasi.
Saat ini Messi masih memimpin Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih di Qatar 2022. Turnamen Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bisa menjadi panggung terakhir Messi bersama Tim Tango. Namun seperti yang ia ungkapkan sendiri, selama fisiknya masih mampu bersaing, hasrat untuk bermain dan memberikan yang terbaik belum akan padam.
Dan dalam hal itu, Messi merasa dirinya memiliki satu kesamaan besar dengan Rafael Nadal: tidak pernah berhenti berjuang selama masih mampu berdiri di arena kompetisi.
Editor : Rury Anjas Andita