Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Inggris vs Kroasia : Dilema Thomas Tuchel di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Redaksi Lombok Post • Rabu, 17 Juni 2026 | 23:26 WIB
Thomas Tuchel
Thomas Tuchel

LombokPost— Tim nasional Inggris akan memulai petualangan mereka di Grup L Piala Dunia 2026 melawan Kroasia di Stadion AT&T di Arlington, Dallas dini hari nanti. Dilema pemilihan pemain menghantui Thomas Tuchel untuk laga besar ini.

Kedalaman skuad yang merata di setiap lini memicu tantangan tersendiri bagi tim kepelatihan The Three Lions. Memilih 11 pemain terbaik untuk barisan starter yang bisa mengalahkan Kroasia memang bukan pekerjaan mudah bagi pelatih Inggris itu. Sejumlah pemain yang bersaing di posisinya, memiliki kualitas yang sama baiknya.

Di sektor gelandang serang dan penyerang sayap, kompetisi internal berjalan sangat ketat. Jude Bellingham, misalnya, bersaing dengan Morgan Rogers. Kemudian, Tuchel harus memilih siapa di antara Bukayo Saka atau Noni Madueke yang harus memulai pertandingan.

Masih di lini depan, memilih antara Anthony Gordon dan Marcus Rashford juga diyakini bakal membuat pelatih asal Jerman itu bakal pusing. Begitu juga saat menentukan pemain di jantung pertahanan.

 John Stones, Ezri Konsa, atau Marc Guehi adalah dilema besar bagi Tuchel dan kesalahan dalam memilih pemain bisa menjadi masalah bagi The Three Lions yang mengejar trofi perdananya sejak juara Piala Dunia 1966.

Fokus Taktis dan Kesiapan Mental Inggris

Kendati dihadapkan pada keputusan-keputusan krusial terkait komposisi tim, Tuchel menunjukkan sikap optimistis menjelang laga resmi perdana selaku juru taktik Inggris. Meski begitu, Tuchel tak mau menunjukkan kekhawatirannya. Ia menegaskan Inggris siap untuk Piala Dunia setelah kemenangan mudah 3-0 atas Kosta Rika di Orlando.

Catatan historis menunjukkan bahwa Inggris memiliki rekor impresif pada pertandingan pembuka turnamen akbar antarnegara. Tim Tiga Singa hanya kalah satu kali kalah dari delapan pertandingan pembuka Piala Dunia terakhir mereka; kekalahan 2-1 dari Italia pada 2014. Namun, Tuchel menegaskan bahwa ia tak mau statistik membuai timnya.

Fokus utama tim saat ini adalah mengamankan poin penuh secara bertahap demi mempermudah jalan menuju fase gugur. "Pastikan Anda melewati grup Anda, dan jangan sampai terganggu by terlalu banyak berpikir,” tegasnya dikutip dari Reuters.

Menurut mantan arsitek taktik Chelsea tersebut, hasil positif di laga awal memiliki korelasi langsung terhadap kondisi psikologis para pemain. "Kita semua memiliki keyakinan. Kita semua memiliki mimpi, tetapi mimpi itu datang dengan tanggung jawab, kerja keras, komitmen, dan disiplin, dan terkadang juga disertai kekecewaan dan kemunduran,” tegasnya.

Target dan Tantangan Lini Pertahanan Kroasia

Di kubu lawan, tim nasional Kroasia dipastikan akan memberikan perlawanan maksimal guna mempertahankan reputasi mereka sebagai salah satu kekuatan sepak bola modern. Sebaliknya, musuh pertama The Three Lions di Amerika Utara ini juga tidak akan mengalah begitu saja. Setelah jadi runner up pada 2018 dan posisi ketiga di Qatar empat tahun lalu, mereka siap membangun mimpi baru.

Faktor regenerasi pemain menjadi dinamika tersendiri bagi skuad asuhan Zlatko Dalic, meskipun mereka tetap tampil dominan sepanjang fase kualifikasi. Para pemain inti Kroasia di Piala Dunia ini mungkin sudah menua, tetapi mereka hampir menyamai Inggris dalam hal performa kualifikasi yang sempurna, hanya kehilangan dua poin dalam delapan pertandingan untuk dengan nyaman memimpin Grup L.

Meskipun demikian, performa lini belakang skuad Vatreni dalam sejumlah agenda uji coba praturnamen masih menyisakan sejumlah catatan evaluasi. Meski begitu, anak asuh Zlatko Dalic juga tidak selalu tampil gemilang di setiap pertandingan persahabatan praturnamen, karena kekalahan dari Brasil dan Belgia mendahului kemenangan tipis 2-1 atas Slovenia. Kroasia kebobolan di setiap enam pertandingan terakhirnya. Mereka total kebobolan 10 gol. Jadi, ini akan menjadi ujian sulit bagi mereka untuk membendung barisan penyerang Three Lions.

Bagi Dalic, hasil akhir dari pertandingan perdana ini diproyeksikan bakal memengaruhi peta kekuatan tim di babak penyisihan grup. Dalic sendiri melihat pertandingan pembuka Piala Dunia Kroasia melawan Inggris sebagai penentu nasib mereka. Ia juga mengakui bahwa pertandingan pertama yang lebih mudah mungkin lebih baik bagi timnya yang sedang berjuang dengan masalah performa dan kebugaran.

“Seknow kami tidak bisa memilih yang lain. Pertandingan pertama adalah pertandingan terpenting. Melawan Inggris kami akan berjuang, mencoba melakukan yang terbaik dan mencoba untuk menang,” tegas Dalic di The Guardian.

Dalic, yang pernah menumbangkan Inggris pada fase gugur Piala Dunia edisi sebelumnya, enggan mengaitkan laga ini dengan aspek historis masa lalu. Sang pelatih bertanggung jawab ketika Kroasia mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018. Tetapi, ia tidak ingin menyinggung kemungkinan adanya luka psikologis yang tersisa pada lawan mereka.

Menurutnya, Inggris telah mengalahkan Kroasia dua kali sejak saat itu dan ia sangat memuji kehebatan tim Thomas Tuchel.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Inggris vs Kroasia #thomas tuchel #inggris #piala dunia 2006