Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Piala Dunia 2026: Harry Kane Ngamuk Cetak Brace, Inggris Menang Sempurna

Pujo Nugroho • Kamis, 18 Juni 2026 | 07:58 WIB
Harry Kane mencetak dua gol dan membawa Inggris menang atas Kroasia di laga Piala Dunia 2026. (FIFA)
Harry Kane mencetak dua gol dan membawa Inggris menang atas Kroasia di laga Piala Dunia 2026. (FIFA)

 

 

LombokPost - Laga pembuka babak fase grup turnamen sepak bola terakbar langsung menyajikan drama hujan gol yang sangat sengit. Timnas Inggris sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan sang rival, Kroasia, dengan skor meyakinkan 4-2. Kemenangan luar biasa ini diwarnai performa menggila sang kapten, Harry Kane, yang sukses memborong dua gol sekaligus mencatatkan rekor baru yang monumental.

Tidak hanya mengamankan tiga poin penting, kemenangan dalam Inggris ini juga menjadi momen pembuktian bahwa Inggris sukses memenangkan laga pembuka turnamen akbar untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Pahlawan kemenangan Inggris tak lain adalah Harry Kane. Penyerang tajam tersebut sukses mencetak brace (dua gol) yang membuatnya resmi menyamai rekor striker legendaris Gary Lineker dengan koleksi 10 gol di ajang Piala Dunia. Selain aksi impresif sang kapten, kemenangan ini juga disempurnakan oleh gol berkelas dari gelandang muda Jude Bellingham serta pemain pengganti Marcus Rashford di babak kedua.

Baca Juga: Piala Dunia 2026:  Gol Yoane Wissa Bikin Sejarah, Cristiano Ronaldo Pecahkan Rekor  

Sejak menit awal, duel sengit antara Inggris dan Kroasia langsung berjalan dengan tensi sangat tinggi. Laga baru berjalan beberapa menit, drama sudah tercipta saat winger debutan Inggris, Noni Madueke, dilanggar oleh Luka Modric di kotak terlarang. Harry Kane yang maju sebagai algojo sempat gagal setelah tendangan penaltinya ditepis Dominik Livakovic.

Namun, wasit Clement Turpin meminta penalti diulang karena kiper Kroasia tersebut maju melewati garis gawang sebelum bola ditendang, ditambah adanya pergerakan Josko Gvardiol yang masuk ke kotak penalti lebih cepat. Pada kesempatan kedua, Harry Kane tidak menyia-nyiakan peluang dan sukses mengubah papan skor. Gol tersebut langsung mengubah atmosfer laga yang kian memanas.

Kroasia merespons dengan cepat. Martin Baturina menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tendangan melengkung indah yang gagal dihalau Jordan Pickford.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Messi Cetak Hattrick, Mbappe dan Haaland Menggila

Timnas Inggris kembali memimpin setelah Harry Kane mencetak gol keduanya lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan pojok Declan Rice. Namun, tepat sebelum turun minum, Kroasia lagi-lagi menyamakan skor menjadi 2-2 lewat sepakan voli Petar Musa setelah menerima operan Ivan Perisic. Babak pertama berakhir sama kuat.

Memasuki paruh kedua, jalannya pertandingan berubah total setelah mendapat instruksi khusus dari pelatih Thomas Tuchel. Skuad Tiga Singa langsung mengurung pertahanan Kroasia dengan intensitas tinggi yang sangat agresif.

Hasilnya instan, Jude Bellingham yang dipercaya memegang peran nomor 10 berhasil membawa Inggris kembali unggul. Bergerak menusuk dari sisi sayap kanan, Bellingham melepaskan tembakan mendatar akurat yang bersarang rendah di sudut gawang Livakovic. Gol indah ini membuat jalannya laga sepenuhnya berada di bawah kendali Harry Kane dkk.

Gelombang serangan Inggris tak berhenti sampai di situ. Thomas Tuchel kemudian memasukkan darah segar untuk menambah daya gedor. Strategi ini terbukti jitu ketika Bukayo Saka melakukan aksi impresif di lini pertahanan lawan dan melepaskan umpan matang kepada Marcus Rashford. Dengan ketenangan tingkat tinggi, Rashford melepaskan penyelesaian akhir yang dingin untuk mengunci kemenangan berkelas. Skor 4-2 menjadi hasil yang sangat memuaskan bagi fans Tiga Singa.

Ditemui selepas pertandingan, manajer Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui bahwa anak asuhnya sempat bermain gugup di babak pertama sebelum akhirnya bangkit secara emosional di babak kedua.

”Reaksi yang sangat bagus dari para pemain. Babak pertama sedikit rumit bagi kami dan terasa agak menegangkan. Keputusan yang kami ambil cenderung terlalu aman dan sering mengalirkan bola ke belakang. Kami kesulitan menemukan ritme permainan,” ujarnya.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Borong 2 Gol, Prancis Bungkam Senegal

”Saya melihat statistik bahwa kami hanya memenangkan 33% duel di babak pertama, namun melonjak drastis menjadi 73% di babak kedua. Saya sangat menyukai reaksi para pemain setelah turun minum. Pertandingan ini melibatkan banyak emosi,” imbuhnya.

Sang kapten, Harry Kane, juga membeberkan rahasia di balik perubahan performa luar biasa timnya yang sukses mengubah jalannya laga Inggris vs Kroasia.

”Kredit besar harus diberikan kepada manajer. Thomas Tuchel memberikan pidato yang luar biasa di ruang ganti saat jeda babak pertama. Anda bisa melihat sendiri bagaimana kami keluar menyerang di babak kedua. Kami langsung tancap gas penuh dan mereka tidak bisa mengatasi intensitas itu. Itulah standar level yang harus kami tetapkan di setiap pertandingan,” pungkas Harry Kane dengan nada bangga.

Editor : Pujo Nugroho
#Berita Piala Dunia 2026 #kroasia #inggris #harry kane #piala dunia 2026