LombokPost - Hasil pertandingan lanjutan babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 berakhir dengan kegembiraan kubu Afrika. Bertanding di Boston Stadium, Timnas Maroko sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan perlawanan sengit Skotlandia dengan skor tipis 1-0.
Sejak peluit sepak mula dibunyikan, Maroko langsung menggebrak pertahanan lawan lewat skema serangan kilat yang mematikan. Laga baru berjalan beberapa saat ketika bintang Real Madrid, Brahim Diaz, melepaskan umpan lambung terukur ke jantung pertahanan lawan.
Ismael Saibari yang lolos dari jebakan offside dengan cerdik mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan keras yang menghujam deras ke langit-langit gawang Angus Gunn. Gol cepat ini langsung mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Singa Atlas.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Kalahkan Australia 2-0, Amerika Serikat Lolos 32 Besar
Menariknya, gol tunggal penentu hasil pertandingan Maroko yang dicetak oleh Ismael Saibari tersebut berhasil memecahkan rekor bergengsi. Torehan itu resmi tercatat sebagai gol tercepat sepanjang gelaran Piala Dunia 2026 sejauh ini, sekaligus menjadi gol paling kilat dalam sejarah keikutsertaan Maroko di panggung sepak bola paling akbar sejagat raya. Keunggulan instan ini membuat tensi pertandingan semakin memanas karena memaksa kubu Tartan Army keluar menyerang.
Memasuki paruh kedua, jalannya laga semakin terbuka dengan aksi jual beli serangan yang menegangkan. Ismael Saibari nyaris menggandakan keunggulan Maroko setelah menerima umpan silang mendatar dari Bilal El Khannouss, namun sayang bola sepakannya membentur mistar gawang setelah sempat mengenai pemain bertahan lawan.
Tak lama berselang, giliran El Khannouss yang hampir mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan sepak pojok Achraf Hakimi, tetapi kiper Skotlandia tampil gemilang menggagalkan peluang emas tersebut.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Bantai Haiti, Timnas Brasil Rebut Puncak Klasemen Grup C
Memasuki 15 menit terakhir, Skotlandia yang enggan menelan kekalahan dalam laga ini mulai mengambil alih kendali permainan. Gelombang serangan yang dimotori oleh John McGinn, Ben Gannon-Doak, hingga Scott McTominay terus mengurung lini belakang Singa Atlas demi memburu gol penyeimbang.
Beruntung bagi Maroko, ketangguhan kiper Yassine Bounou dan kedisiplinan barisan pertahanan mereka sukses meredam agresivitas lawan hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil ini disikapi dengan penuh rasa syukur oleh sang penjaga gawang utama. "Kami memainkan pertandingan yang sangat baik melawan tim kuat yang dihuni pemain berpengalaman. Di menit-menit akhir mereka menekan, dan saat kami harus bertahan dalam, kami melakukannya dengan sangat solid," ungkap Yassine Bounou.
Di sisi lain, pelatih Skotlandia Steve Clarke mengaku kecewa berat meski tetap memuji daya juang anak asuhnya yang menolak menyerah di bawah gempuran Timnas Maroko.
Editor : Pujo Nugroho