LombokPost – Bintang muda tim nasional Portugal Francisco Conceicao memberikan pembelaan tegas terhadap kapten tim Cristiano Ronaldo, menyusul gelombang kritik yang menerjang usai hasil imbang 1-1 melawan Republik Demokratik (RD) Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026.
Pemain sayap asal Juventus tersebut secara eksplisit membantah anggapan publik bahwa para pemain Portugal merasa tertekan atau memiliki kewajiban untuk selalu memberikan bola kepada Ronaldo di dalam lapangan.
"Kami tidak memiliki kewajiban atau kebutuhan untuk terus-menerus mengoper bola kepadanya," ujar Conceicao dalam konferensi pers di Florida.
Ia menegaskan bahwa setiap keputusan di lapangan diambil berdasarkan insting dalam hitungan detik. Sebagai pemain, ia hanya akan mengoper bola kepada rekan setim yang berada dalam posisi terbaik untuk mencetak gol tanpa memandang nama besar pemain tersebut.
Baca Juga: Sebut Sifatnya Menular, TGH Mujiburrahman Warning Keberadaan LGBT di Kota Mataram
Kritik terhadap Ronaldo mencuat setelah penyerang berusia 41 tahun itu dianggap tampil kurang maksimal dan gagal mengonversi beberapa peluang emas dalam laga yang digelar di NRG Stadium, Houston.
Perdebatan mengenai pengaruh dan peran Ronaldo dalam skema permainan pelatih Roberto Martinez pun kini menjadi sorotan tajam.
Meski demikian, Conceicao tetap memuji profesionalisme Ronaldo sebagai panutan bagi generasi muda di skuad Selecao das Quinas.
"Cristiano adalah contoh nyata karena rasa lapar yang ia tunjukkan setiap hari, seolah-olah setiap sesi latihan adalah yang terakhir baginya," tambahnya.
Dukungan serupa juga datang dari mantan bek Portugal, João Alves. Melalui unggahan di media sosial, Alves meminta publik untuk memberikan rasa hormat kepada sang ikon dan tetap fokus pada tujuan kolektif memenangkan trofi Piala Dunia.
Portugal kini berada di bawah tekanan besar untuk segera bangkit. Pasukan Roberto Martinez dijadwalkan menghadapi Uzbekistan dalam laga krusial kedua Grup K pada 24 Juni mendatang demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Portugal diharapkan mampu menerjemahkan dominasi permainan menjadi gol guna membungkam kritik dan mengembalikan kepercayaan diri tim.
Editor : Marthadi