LombokPost - Langkah Uruguay di ajang Piala Dunia 2026 kini benar-benar berada di ujung tanduk. Tim asuhan Marcelo Bielsa tersebut gagal memetik poin penuh dan harus puas bermain imbang dalam dua laga awal Grup H. Setelah sebelumnya ditahan imbang Arab Saudi, kini Uruguay kembali memetik hasil seri 2-2 saat bersua Tanjung Verde (Cabo Verde) di Miami.
Hasil minor ini membuat posisi Uruguay di klasemen Grup H Piala Dunia 2026 menjadi sangat pelik. La Celeste kini berada di situasi hidup mati dan tidak memiliki pilihan lain selain menang. Demi mengamankan tiket lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026, Uruguay wajib menumbangkan tim kuat Spanyol di pertandingan pamungkas fase grup nanti.
Kegagalan Uruguay mendulang poin penuh di Piala Dunia 2026 ini tentu di luar dugaan banyak pihak. Pasukan Marcelo Bielsa dinilai tampil tidak konsisten sejak laga perdana. Saat menghadapi Arab Saudi, Uruguay telat panas di babak pertama sebelum akhirnya bangkit pasca-jeda. Skema permainan yang diharapkan bisa meledak di Piala Dunia 2026 justru tampak buntu.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Maroko vs Skotlandia 1-0, Singa Atlas Cetak Rekor
Penyakit inkonsistensi itu kembali kambuh saat Uruguay melakoni laga kedua Piala Dunia 2026 kontra Cabo Verde. Meski sempat menunjukkan determinasi tinggi, lini pertahanan Uruguay kerap lengah. Alhasil, skor imbang 2-2 menjadi hasil akhir yang mengecewakan bagi pendukung Uruguay yang berharap timnya bisa berbicara banyak di Piala Dunia 2026.
Gelandang andalan Uruguay, Nicolas De la Cruz, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil ini. ”Ini adalah pil pahit yang harus kami telan. Kami harusnya bisa meraih poin penuh di dua laga awal Piala Dunia 2026 ini. Kami akui kami kesulitan dalam banyak hal, tapi sekarang saatnya bangkit dan fokus untuk menang,” tegas De la Cruz.
Dalam laga kontra Cabo Verde, Marcelo Bielsa sebenarnya sempat merombak strategi Uruguay. Bintang Real Madrid, Federico Valverde, yang pada laga perdana Piala Dunia 2026 dipasang di sektor sayap kanan, kini ditarik lebih ke dalam mengisi lini tengah Uruguay. Perubahan ini sempat memberikan dampak positif bagi kreativitas serangan La Celeste.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Kalahkan Australia 2-0, Amerika Serikat Lolos 32 Besar
Federico Valverde beberapa kali memamerkan kelasnya dengan melakukan penetrasi cepat yang mengacak-acak pertahanan lawan. Namun, performa apik gelandang Uruguay itu belum cukup membawa kemenangan. Pasalnya, Cabo Verde memberikan perlawanan yang sangat sengit di atas lapangan, membuat Uruguay kembali gagal memetik kemenangan perdana mereka di Piala Dunia 2026.
Sebenarnya, Uruguay sempat menunjukkan potensi besar mereka di stadion Miami lewat kombinasi umpan satu-dua yang dinamis. Sayangnya, efektivitas peluang masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Uruguay di panggung Piala Dunia 2026 ini. Kegagalan memanfaatkan peluang emas membuat langkah mereka kian berat.
Kini, nasib Uruguay di Piala Dunia 2026 akan ditentukan pada laga pamungkas melawan Spanyol yang dijadwalkan bertanding pada 26 Juni mendatang di Monterrey. Di atas kertas, Uruguay wajib menang. Skenario hasil imbang sebenarnya masih bisa meloloskan Uruguay, namun itu semua bergantung pada hasil pertandingan lain di Grup H Piala Dunia 2026.
”Kami tidak tajam di kedua lini, baik bertahan maupun menyerang, dan itu harus dibayar mahal,” aku bek Uruguay, Sebastian Caceres.
Sementara itu, situasi makin rumit setelah Spanyol sukses mencukur Arab Saudi dengan skor mencolok. Kendati demikian, penyerang Uruguay Maxi Araujo menegaskan timnya tidak peduli dengan hasil tim lain. ”Kami harus fokus pada diri kami sendiri. Melawan Spanyol, target Uruguay hanya satu, yaitu menang,” serunya.
Apakah Uruguay mampu bangkit dan menumbangkan Spanyol demi melaju ke babak selanjutnya di Piala Dunia 2026? Ataukah langkah La Celeste justru harus terhenti lebih cepat? Patut kita nantikan.
Editor : Pujo Nugroho