LombokPost - Setelah musim pertama yang menyiksa, Ardon Jashari menatap masa depan baru bersama AC Milan.
Musim lalu dia diganggu cedera patah tulang kaki, lalu terpinggirkan oleh pelatih AC Milan Massimiliano Allegri.
Kala itu, AC Milan lebih rutin memainkan trio Luka Modric, Adrien Rabiot, dan Youssouf Fofana atau Ruben Loftus-Cheek di lini tengah.
Baca Juga: Ruben Amorim Temukan Calon Pengganti Rafael Leao, AC Milan Perlu Siapkan € 30 Juta
Kini Ardon Jashari akhirnya bisa bernafas lega, pelatih baru AC Milan Ruben Amorim sudah menelepon langsung sang gelandang Swiss itu.
Ruben Amorim menyampaikan pesan jelas bahwa Ardon Jashari adalah bagian penting dari proyek AC Milan mendatang bersamanya.
Dengannya, rumor kepindahan Ardon Jashari dari AC Milan ke Atalanta langsung hilang terkubur.
Baca Juga: Bocoran Pemain AC Milan yang Kemungkinan Akan Tersingkir dan Dipertahankan
Pertanyaannya kini, mengapa Ardon Jashari cocok bagi Ruben Amorim? Itu karena posisi idealnya gelandang kiri, persis skema yang dibutuhkan sistem 3-4-2-1 yang akan diterapkan di AC Milan.
Di Club Brugge, Ardon Jashari terbukti jadi mesin box-to-box yang dinamis, dia punya visi bermain tinggi dan agresif dalam pressing.
Hal itu diperlukan dalam skema AC Milan ala Ruben Amorim, terlebih dengan usia Ardon Jashari yang masih 23 tahun, dia sangat bisa terus tumbuh dan berkembang.
Baca Juga: Gara-Gara Ini AC Milan Mendadak Minati Mauro Icardi
Beda formasi, beda pendekatan, Ardon Jashari yang dalam skema Massimiliano Allegri terpinggirkan, kini akan jadi andalan AC Milan skema Ruben Amorim.
Editor : Prihadi Zoldic