Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sebut Merusak Ritme Permainan, Virgil van Dijk Layangkan Kritik Jeda Minum di Piala Dunia 2026

Ivan.Mardiansyah • Rabu, 24 Juni 2026 | 07:24 WIB
Virgil van Dijk layangkan kritik jeda minum di Piala Dunia 2026. Kapten Liverpool sebut water break merusak ritme dan membosankan.
Virgil van Dijk layangkan kritik jeda minum di Piala Dunia 2026. Kapten Liverpool sebut water break merusak ritme dan membosankan.

LombokPost - Gelaran sengit Piala Dunia 2026 terus menghadirkan tensi tinggi, tidak hanya dari adu taktik di dalam lapangan, tetapi juga dari regulasi pertandingan yang diterapkan. Baru-baru ini, kapten utama Timnas Belanda sekaligus benteng pertahanan Liverpool, Virgil van Dijk, secara terbuka menyuarakan ketidakpuasannya. Pemain bertubuh kekar tersebut melayangkan komentar pedas terkait penerapan aturan water break atau jeda minum yang dinilai terlalu kaku.

Melalui sebuah sesi wawancara, Virgil van Dijk mengaku selalu meluangkan waktu untuk mengevaluasi jalannya turnamen akbar ini secara keseluruhan. Namun, ada satu hal mengganjal yang menurutnya cukup mengganggu kenyamanan penonton maupun pemain itu sendiri. "Saya telah menonton hampir setiap pertandingan dan saya tidak terlalu menyukai jeda minum. Dan bagi orang-orang yang menonton di televisi, itu juga tidak bagus," cetus sosok yang akrab disapa VvD tersebut.

Baca Juga: 7 Tahun Bersama di Timnas Portugal, Total Assist Bruno Fernandez Ke Cristiano Ronaldo Nol!

Kritik jeda minum yang dilemparkan oleh bek tangguh ini langsung memicu perdebatan hangat di kalangan netizen. Banyak warganet di platform X dan TikTok setuju dengan pandangan Van Dijk, menilai bahwa penghentian laga di tengah babak sering kali merusak momentum serangan tim yang sedang on-fire. Di media sosial, pencinta bola menganggap jeda paksaan ini membuat alur pertandingan menjadi membosankan dan terlalu lambat untuk dinikmati.

Meski melayangkan protes, kapten Liverpool tersebut tetap bersikap realistis mengenai kondisi fisik para pemain di atas lapangan. Ia tidak sepenuhnya menolak regulasi tersebut, melainkan meminta pihak penyelenggara Piala Dunia 2026 untuk lebih fleksibel dan melihat kondisi riil di stadion sebelum mengetok palu. "Jika cuacanya SANGAT panas, maka jelas Anda membutuhkannya, tetapi Anda perlu melihatnya dari pertandingan ke pertandingan," tambah Virgil van Dijk memberikan solusi taktis.

Baca Juga: Liverpool Bidik Bek Andalan Spurs, Van de Ven Pengganti Van Dijk?

Bagi pemain dengan intensitas bertanding yang tinggi seperti dirinya, menjaga konsentrasi sepanjang 90 menit adalah kunci utama untuk meraih kemenangan. Gangguan sekecil apa pun, termasuk jeda minum yang tidak perlu, dinilai bisa menurunkan kewaspadaan lini belakang secara drastis. Sadar pernyataannya bisa memicu polemik lebih panjang dengan otoritas sepak bola, sang bek memilih menyudahi komentarnya secara diplomatis, "Tapi saya rasa saya sudah cukup bicara..."

Pernyataan tegas dari seorang Virgil van Dijk ini diharapkan menjadi bahan evaluasi penting bagi FIFA dan komite wasit di sisa turnamen Piala Dunia 2026. Menjaga keselamatan fisik pemain memang merupakan prioritas utama, namun menyajikan tontonan sepak bola yang mengalir, dinamis, dan menghibur tetap menjadi ruh utama yang tidak boleh dikorbankan demi regulasi yang terlalu kaku di atas kertas.

Editor : Prihadi Zoldic
#Kritik Jeda Minum #Aturan Water Break #virgil van dijk #piala dunia 2026