LombokPost--Kekalahan telak Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2026 memicu reaksi keras dari publik setibanya tim nasional di tanah air. Suasana di Bandara Incheon disebut berubah panas ketika pelatih Hong Myung-bo tiba bersama skuadnya.
Sejumlah pendukung yang sudah menunggu sejak dini hari meluapkan kekecewaan mereka. Teriakan keras terdengar saat rombongan tim keluar dari terminal kedatangan.
“Hong Myung-bo, pergi!” dan “Kembalikan gaji kalian!” menjadi teriakan yang menggema di area bandara, disertai spanduk bernada protes yang bertuliskan “Sepak Bola Korea Sudah Mati”.
Situasi yang memanas itu membuat aparat kepolisian setempat menurunkan sekitar 110 personel antihuru-hara untuk mengamankan lokasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut.
Korea Selatan sendiri tercatat finis di peringkat 34 dari 48 peserta dan harus tersingkir di fase grup. Hasil ini disebut sebagai salah satu pencapaian terburuk dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.
Yang lebih mengejutkan, ini menjadi pertama kalinya sejak Piala Dunia 2002 Korea–Jepang, tidak ada acara penyambutan resmi bagi tim nasional saat pulang ke negara sendiri.
Di tengah sorotan tajam publik, muncul pula dugaan adanya ketidakberesan dalam proses penunjukan pelatih Hong Myung-bo.
Ketua Asosiasi Sepak Bola Korea, Jeong Mong-gyu, ikut terseret dalam kontroversi dan disebut tengah menghadapi proses hukum terkait dugaan pengabaian tugas.
Kepolisian Seoul menyatakan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengusut berbagai dugaan yang muncul di balik manajemen sepak bola nasional tersebut.
Sementara itu, pelatih Hong Myung-bo dilaporkan tetap tenang tanpa memberikan komentar panjang sebelum meninggalkan lokasi dengan kendaraan resmi di tengah pengawalan ketat.
Editor : Kimda Farida