LombokPost - Langkah luar biasa berhasil ditunjukkan Spanyol di panggung tertinggi sepak bola sejagat. Skuad berjuluk La Roja tersebut sukses memastikan satu tiket di babak puncak setelah membungkam perlawanan sengit Prancis dalam laga tensi tinggi semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis di Dallas Stadium.
Dalam laga bertajuk big match tersebut, ketangguhan lini pertahanan Spanyol menjadi kunci utama. Mereka sukses membuat barisan penyerang Les Bleus mati kutu sepanjang 90 menit pertandingan, sekaligus menghukum kelengahan lini belakang Prancis lewat dua gol berkelas yang dicetak Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro demi memuluskan langkah ke final Piala Dunia 2026.
Dengan hasil gemilang ini, Spanyol kini tinggal menunggu pemenang antara duel klasik Inggris vs Argentina. Ini menjadi final kedua La Roja sepanjang sejarah setelah terakhir kali mereka keluar sebagai juara dunia saat generasi Andres Iniesta membungkam Belanda di Afrika Selatan tahun 2010 silam.
Baca Juga: Ngebet Gabung Arsenal, Winger Gacor Christos Tzolis Tolak Mentah-mentah Borussia Dortmund
Jalannya laga Spanyol vs Prancis sendiri sejatinya menempatkan anak asuh Didier Deschamps sebagai tim yang sedikit lebih difavoritkan. Prancis sempat menebar ancaman nyata lewat serangan balik cepat yang dimotori oleh Kylian Mbappe, namun kedewasaan bermain yang ditunjukkan para penggawa Timnas Spanyol membuat ancaman tersebut berhasil diredam dengan sangat sempurna.
Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, menjadi pembeda dalam laga ini. Tepat sehari setelah ulang tahunnya yang ke-19, pergerakan lincah sang winger terpaksa dihentikan secara ilegal oleh Lucas Digne di dalam kotak terlarang. Mikel Oyarzabal yang maju sebagai eksekutor penalti dengan dingin sukses menaklukkan Mike Maignan.
Keunggulan skuad asuhan Luis de la Fuente langsung berganda tak lama berselang setelah Pedro Porro melakukan aksi one-two ciamik dengan Dani Olmo. Bek kanan Spanyol tersebut melepaskan sepakan mendatar akurat yang bersarang rendah di sudut gawang Prancis, sekaligus memperbesar keunggulan mencolok di babak pertama.
Baca Juga: Sempat Meredup, Mikel Merino Kini Ngamuk di Piala Dunia dan Siap Rebut Posisi Utama di Arsenal
Memasuki paruh kedua, Prancis yang tertinggal mencoba menambah daya gedor dengan memasukkan Desire Doue dan Rayan Cherki demi membongkar pertahanan Spanyol. Namun, penampilan cekatan kiper Unai Simon yang tampil cemerlang sebagai sweeper-keeper serta tekel bersih Marc Cucurella terhadap Kylian Mbappe sukses menjaga kesucian gawang La Roja.
Hingga peluit panjang ditiupkan, keunggulan dua gol tanpa balas milik Spanyol tetap bertahan dan disambut tangis haru kebahagiaan para suporter. Di sisi lain, kekalahan menyakitkan di Semifinal Piala Dunia 2026 ini memaksa Prancis harus puas bertanding memperebutkan peringkat ketiga pada hari Sabtu mendatang.
"Empat tahun lalu kami memulai proyek ini dengan sebuah ide, dan loyalitas terhadap ide tersebut membawa Timnas Spanyol melangkah sejauh ini. Hari ini kami menghadapi salah satu tim terkuat di dunia, namun para pemain saya membuktikan bahwa mereka adalah tim terbaik yang sesungguhnya di Piala Dunia 2026," ujar pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, dengan nada bangga.
Editor : Pujo NugrohoSumber : fifa.com