LombokPost – Isu kesehatan otak pemain muda kembali menjadi sorotan hangat di panggung sepak bola internasional.
Mantan bek tangguh Timnas Prancis, Raphael Varane, memberikan dukungan penuh terhadap langkah berani yang diambil akademi Como 1907 terkait kebijakan pembatasan sundulan sepak bola bagi anak-anak.
Langkah ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah dampak jangka panjang dari bahaya menyundul bola pada usia dini.
Baca Juga: Nasib Dua Pemain AC Milan Ini Masih Belum Jelas, antara Pergi atau Bertahan
Varane yang kini menjabat sebagai board member di klub Serie A tersebut menegaskan bahwa benturan berulang pada kepala tidak boleh lagi dipandang sebelah mata.
Menurutnya, kesadaran akan perlindungan kesehatan otak pemain muda harus ditanamkan sejak awal, terutama ketika organ vital tersebut masih berada dalam fase tumbuh kembang.
Baca Juga: Panas! Enam Raksasa Eropa Berebut Ferran Torres, Real Madrid Ikut Mengintip
"Saya telah beberapa kali menyampaikan tentang pentingnya menangani benturan kepala secara serius dalam sepak bola, serta kebutuhan mutlak untuk melindungi anak-anak kita," tegas Raphael Varane sebagaimana dihimpun dari laporan resmi club news Como 1907.
Mantan penggawa Real Madrid dan Manchester United itu menjelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan akademi Como 1907 bukanlah sekadar melarang, melainkan membangun kurikulum pelatihan yang aman dan terstruktur.
Menurut Varane, pembatasan sundulan sepak bola di level usia dini justru membuka ruang bagi pembentukan teknik dasar yang jauh lebih presisi.
Baca Juga: Bantah Rumor Transfer Enzo Fernandez, Real Madrid Tegaskan Hormati Chelsea
"Bagi para pemain muda, pendekatan terbaik adalah aturan yang jelas, pelatihan yang baik, pemahaman, serta budaya yang mengutamakan kesejahteraan dan keselamatan. Jalur ini mengurangi kontak fisik yang tidak perlu pada usia paling dini, saat otak masih dalam masa pertumbuhan, lalu mengajarkan keterampilan tersebut secara tepat, langkah demi langkah, dengan kontrol yang benar," tambahnya.
Langkah konkret yang diambil akademi Como 1907 adalah memberlakukan larangan total aktivitas menyundul bola untuk kelompok usia U-10 dan U-11, baik dalam sesi latihan harian maupun pertandingan resmi.
Kebijakan ini sekaligus mempertegas posisi klub dalam mengeliminasi potensi bahaya menyundul bola sejak dini.
Baca Juga: Gara-Gara Satu Unggahan LGBT, Akun Media Sosial Liverpool Ditinggal Ribuan Fans
Komitmen Raphaël Varane bersama akademi Como 1907 ini diharapkan mampu memicu gelombang kesadaran baru di ranah pembinaan usia muda global, demi menjaga masa depan dan kesehatan otak pemain muda di dunia si kulit bundar.
Editor : Prihadi ZoldicSumber : Media Release Como 1907