Setelah Lawan Celtic, Skuad AC Milan Bertolak ke Australia, selanjutnya Indonesia

Prihadi Zoldic • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 08:17 WIB
TANGGUH: Bek AC Milan Strahinja Pavlovic menghalau bola dalam pemanasan sebelum laga kontra Glasgow Celtic. (Istimewa)
TANGGUH: Bek AC Milan Strahinja Pavlovic menghalau bola dalam pemanasan sebelum laga kontra Glasgow Celtic. (Istimewa)

 

LombokPost - Skuad AC Milan telah meninggalkan Bandara Milan Malpensa untuk memulai tur pramusim mereka.

Rossoneri AC Milan dijadwalkan transit di Dubai sebelum melanjutkan perjalanan menuju Perth, Australia.

Kabar baiknya, sejumlah pemain yang sempat diragukan kebugarannya seperti Pervis Estupinan, Christopher Nkunku, dan Mario Gila turut masuk dalam rombongan yang berangkat bersama tim.

Baca Juga: Nasib Dua Pemain AC Milan Ini Masih Belum Jelas, antara Pergi atau Bertahan

Tur pramusim ini akan menjadi kesempatan penting bagi Pelatih AC Milan Ruben Amorim untuk mematangkan taktik.

Juga meningkatkan chemistry tim, sekaligus mengintegrasikan para pemain baru sebelum musim resmi dimulai.

Sebelumnya AC Milan baru saja menjalani laga pramusim menghadapi Glasgow Celtic dengan hasil imbang 2-2.

Baca Juga: Rencana Kepergian Diblokir, Bukti AC Milan Yakin dengan Pemain yang Satu Ini

Ada sejumlah catatan menarik dari laga pramusim perdana AC Milan era Ruben Amorim itu. 

UNJUK GIGI: Striker AC Milan Francesco Camarda dan pelatih Ruben Amorim. (Istimewa)
UNJUK GIGI: Striker AC Milan Francesco Camarda dan pelatih Ruben Amorim. (Istimewa)

 

Pertama, striker muda  AC Milan Francesco Camarda menunjukkan potensinya dengan mencetak dua gol. 

Francesco Camarda tampil sangat menjanjikan untuk usianya, pergerakan, pengambilan keputusan, hingga keberaniannya menghadapi bek lawan terlihat lebih matang.

Baca Juga: Hampir Pasti Dipertahankan, AC Milan Tak Akan Pinjamkan apalagi Jual Striker Muda Francesco Camarda

Kedua, AC Milan masih membutuhkan ball-playing centre back, karena sistem Ruben Amorim sangat bergantung pada bek yang nyaman mengalirkan bola dari belakang.

Bek Strahinja Pavlovic misalnya, dia tampil solid dalam duel fisik, tetapi distribusi bolanya masih belum konsisten dan bahkan membuat blunder fatal, membuahkan gol bagi Glasgow Celtic ke gawang AC Milan. 

Ketiga, Samuel Chukwueze sebagai wing-back AC Milan jadi salah satu eksperimen yang paling mencuri perhatian. 

Baca Juga: Dua Gol Francesco Camarda saat AC Milan Menghadapi Glasgow Celtic Bukti Dia Bukan Striker Biasa

Kecepatan dan kemampuan dribelnya berpotensi menjadi senjata yang merepotkan pertahanan lawan. 

Keempat, pola permainan mulai terlihat, AC Milan sudah menunjukkan beberapa pola serangan yang cukup jelas.

Overload di sisi lapangan, rotasi posisi, hingga kombinasi antarpemain mulai terbentuk, terutama pada babak kedua.

KOLABORASI: Pemberi assist Samuel Chukwueze dan pencetak gol AC Milan Francesco Camarda. (Istimewa)
KOLABORASI: Pemberi assist Samuel Chukwueze dan pencetak gol AC Milan Francesco Camarda. (Istimewa)

 

Baca Juga: 2 Striker AC Milan Diminati 2 Klub Ibu Kota, AS Roma dan SS Lazio

Kelima, masih sering kehilangan bola di area berbahaya harus segera dibenahi karena berulang kali AC Milan memberikan kesempatan lawan menyerang hanya karena kesalahan sederhana. 

Editor : Prihadi Zoldic
Sumber : Lombok Post
Strahinja Pavlovic Ruben Amorim samuel chukwueze ac milan Francesco Camarda