LombokPost – Zinedine Zidane mengaku sudah tidak sabar menjalani laga pertamanya bersama timnas Prancis melawan Italia di ajang UEFA Nations League 2026–2027. Pertemuan itu menjadi spesial karena akan mempertemukan dua pelatih baru, yakni Zidane di kubu Prancis dan Roberto Mancini di bangku cadangan Italia.
Laga Prancis kontra Italia dijadwalkan berlangsung di Stade de France, Saint-Denis, pada 2 Oktober mendatang dalam pertandingan Grup 1 League A UEFA Nations League. Duel tersebut menjadi salah satu ujian awal Zidane setelah resmi menggantikan Didier Deschamps sebagai pelatih Les Bleus.
Bagi Zidane, menghadapi Italia memiliki makna tersendiri. Legenda sepak bola Prancis itu pernah menghabiskan lima musim bersama Juventus pada periode 1996 hingga 2001 sehingga memiliki kedekatan emosional dengan Negeri Pizza.
Baca Juga: Bukan Prancis, N'Golo Kante Ternyata Sempat Ingin Bela Negara Sang Ayah
"Laga melawan Italia memang spesial. Sebab, aku pernah bermain di sana. Aku juga mengenal banyak orang Italia. Lagi pula, aku juga berbicara dengan bahasa Italia," ujar Zidane seperti dikutip RMC Sport, Selasa (29/7).
Meski memiliki ikatan emosional dengan Italia, mantan pelatih Real Madrid itu menegaskan fokus utamanya adalah mempersiapkan empat pertandingan awal bersama timnas Prancis.
"Aku memang sudah mempersiapkan diri untuk empat laga pertamaku, termasuk lawan Italia," tambah pria yang akrab disapa Zizou tersebut.
Baca Juga: Inggris Juara 3 Piala Dunia 2026 Usai Jinakkan Prancis 6-4, Saka Cetak Hattrick
Pertandingan melawan Italia juga membangkitkan salah satu momen paling ikonik dalam karier Zidane, yakni final Piala Dunia 2006.
Pada laga tersebut, Zidane mendapat kartu merah setelah menanduk dada bek Italia Marco Materazzi akibat perselisihan di lapangan. Insiden itu menjadi akhir yang pahit bagi karier internasional sang legenda setelah Prancis akhirnya kalah melalui adu penalti.
Kini, hampir dua dekade kemudian, Zidane kembali berhadapan dengan Italia, tetapi dari sisi lapangan sebagai pelatih timnas Prancis.
Zidane mengaku telah lama mengikuti perkembangan Les Bleus meski sempat vakum dari dunia kepelatihan. Menurutnya, generasi pemain Prancis saat ini memiliki kualitas yang menjanjikan untuk bersaing di level tertinggi.
"Aku lebih banyak menonton laga Prancis dibandingkan saat aku menjadi pelatih Real Madrid. Aku mengikuti tim nasional dengan seksama dan bisa mengatakan bahwa skuad saat ini memiliki potensi yang sangat besar," tuturnya.
Kepercayaan diri tersebut menjadi modal penting bagi Zidane untuk membuka era baru bersama timnas Prancis. Laga kontra Italia diprediksi menjadi tolok ukur awal keberhasilannya dalam membawa Les Bleus tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.
Editor : Rury Anjas AnditaSumber : Jawa Pos