Kembalinya Roberto Mancini Belum Tentu Jadi Solusi Instan untuk Timnas Italia

Ivan.Mardiansyah • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 05:32 WIB
Roberto Mancini kembali latih Timnas Italia usai Andrea Pirlo dicopot. Namun penggantian pelatih tak jawab krisis mendasar sepak bola Italia
Roberto Mancini kembali latih Timnas Italia usai Andrea Pirlo dicopot. Namun penggantian pelatih tak jawab krisis mendasar sepak bola Italia

LombokPost – Keputusan FIGC menarik kembali Roberto Mancini sebagai juru taktik Timnas Italia menjadi panggung drama terbaru di sepak bola Negeri Piza. Keputusan ini diambil usai pembatalan penunjukan Andrea Pirlo akibat kontroversi kerja sama dengan perusahaan Rusia, yang disusul mundurnya Paolo Maldini dan Leonardo Araújo hingga masuknya Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik.

Namun jika ditarik ke benang merah yang lebih dalam, dinamika di kursi kepelatihan Timnas Italia sebenarnya hanyalah permukan dari masalah yang jauh lebih kompleks. Kehadiran figur senior seperti Roberto Mancini belum tentu menjadi obat mujarab, sebab penyakit utama sepak bola Serie A dan Gli Azzurri sudah berakar bertahun-tahun pada banyak sektor.

Baca Juga: FIGC Resmi Batalkan Andrea Pirlo Jadi Pelatih Timnas Italia Gara-Gara Sponsor Judi

Sektor finansial menjadi salah satu tembok tebal yang membuat klub-klub Serie A makin menggeos dan sulit menandingi dominasi klub Inggris. Jauhnya ketimpangan hak siar TV dan komersial membuat klub besar Italia bahkan sering kali keok dalam perburuan pemain dari tim papan tengah Premier League, sehingga daya beli pemain berbakat makin merosot.

Di luar masalah finansial, krisis regenerasi pemain muda lokal menjadi ancaman paling fatal bagi masa depan Timnas Italia. Klub-klub Serie A kini semakin enggan memberi menit bermain reguler kepada wonderkid lokal dan lebih memilih jalan pintas dengan memboyong legiun asing atau pemain berpengalaman yang minim risiko.

Fenomena tersebut tercermin jelas pada aktivitas transfer terkini, di mana klub-klub Serie A gemar mendatangkan veteran gaek di atas usia 30 tahun. Kepindahan megabintang Luka Modric ke AC Milan di usianya yang tak lagi muda menjadi bukti nyata bagaimana klub Italia lebih memprioritaskan nama besar ketimbang investasi talenta muda.

Baca Juga: Maldini Turun Gunung, Temui Pep Guardiola untuk Jadi Pelatih Timnas Italia

Imbas dari minimnya kesempatan bagi talenta lokal ini membuat opsi pemain muda yang benar-benar siap saing di panggung internasional untuk Timnas Italia makin menipis. Kondisi kelangkaan stok pemain matang inilah yang secara langsung menggerus kualitas dan kestabilan performa Gli Azzurri di turnamen-turnamen besar.

Sebab itu, kembalinya Roberto Mancini serta pengalaman Claudio Ranieri di jajaran manajerial hanya akan menjadi penambal sementara. Tanpa pembenahan mendasar pada struktur kompetisi Serie A, investasi akademi, dan keberanian memberi ruang bagi pemain muda, kembalinya sang pelatih tidak akan pernah menjadi solusi tuntas bagi Timnas Italia.

Editor : Rury Anjas Andita
Sumber : La Gazzetta dello Sport
figc andrea pirlo serie a roberto mancini Timnas Italia