Dari Serie B hingga Puncak Eropa, Ini Warisan Franco Baresi bersama AC Milan

Suharli Harli • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:23 WIB
Riwayat karir Franco Baresi. (generated by chatgpt)
Riwayat karir Franco Baresi. (generated by chatgpt)

 

 

LombokPost-Franco Baresi tidak hanya meninggalkan deretan trofi. Ia mewariskan kisah loyalitas, kepemimpinan, dan kemampuan bertahan yang mengubah wajah sepak bola modern.

Baresi menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama AC Milan. Selama 20 musim sejak 1977 hingga 1997, ia mencatatkan 719 pertandingan resmi dan 33 gol.

Perjalanan itu bermula dari penolakan. Baresi bersama kakaknya, Giuseppe Baresi, pernah mengikuti seleksi di Inter Milan pada 1976.

Kakaknya, Giuseppe Baresi, lebih dahulu bergabung dengan Inter Milan. Franco kemudian mengikuti seleksi di klub yang sama, tetapi diminta kembali pada tahun berikutnya. Pelatihnya lalu membawanya mengikuti seleksi di AC Milan hingga akhirnya diterima setelah beberapa kali percobaan.

Baca Juga: Franco Baresi Wafat, AC Milan Kehilangan Sang Kapten Abadi

Milan melihat potensi besar dalam diri pemain kelahiran Travagliato pada 8 Mei 1960 itu. Baresi kemudian menjalani pembinaan di pusat latihan Milanello.

Pelatih Nils Liedholm memberinya debut Serie A saat berusia 17 tahun. Baresi tampil menghadapi Verona pada 23 April 1978.

Satu musim kemudian, ia langsung menjadi bagian penting tim utama. Pada usia 18 tahun, Baresi membantu Milan meraih gelar liga ke-10 sepanjang sejarah klub.

Gelar itu menghadirkan bintang emas pertama pada seragam Rossoneri. Namun, perjalanan Baresi bersama Milan tidak selalu dipenuhi kemenangan.

Milan terdegradasi ke Serie B akibat keterlibatan klub dalam skandal taruhan. Baresi memilih bertahan saat sejumlah pemain meninggalkan tim.

Ia kembali menunjukkan kesetiaan ketika Milan harus menjalani masa sulit berikutnya. Sikap itu membuat Baresi menjadi simbol loyalitas bagi pendukung Rossoneri.

Pada usia 22 tahun, Milan mempercayakan ban kapten kepadanya. Baresi kemudian memimpin klub selama sekitar 15 musim.

Kebangkitan besar Milan dimulai setelah Silvio Berlusconi mengambil alih klub pada 1986. Arrigo Sacchi kemudian membangun tim yang mendominasi Italia dan Eropa.

Baresi menjadi poros pertahanan bersama Mauro Tassotti, Alessandro Costacurta, dan Paolo Maldini. Garis pertahanan itu dikenal karena disiplin, organisasi, dan jebakan offside yang efektif.

Ia tidak mengandalkan postur besar untuk menghentikan lawan. Kecepatan membaca permainan, ketepatan posisi, dan keberanian mengambil keputusan menjadi kekuatan utamanya.

Baca Juga: Ini soal Barisan Striker AC Milan: Andrej Kostic, Francesco Camarda, Santiago Gimenez, Rafael Leao, hingga Goncalo Ramos

Baresi juga mampu memulai serangan dari lini belakang. Ia kerap membawa bola keluar dari pertahanan dan mengirim umpan untuk mengawali serangan balik.

Bersama Sacchi dan kemudian Fabio Capello, Baresi membawa Milan memasuki periode kejayaan. Rossoneri menjelma menjadi salah satu tim terkuat dalam sejarah sepak bola.

Sepanjang kariernya, Baresi meraih enam gelar Serie A. Ia juga memenangkan tiga Piala Champions Eropa dan dua Piala Interkontinental.

Koleksi gelarnya dilengkapi tiga Piala Super Eropa dan empat Piala Super Italia. Namun, Baresi tidak pernah menjuarai Coppa Italia.

Karier internasionalnya bersama Timnas Italia berlangsung sejak 1982 hingga 1994. Ia mengoleksi 81 penampilan dan satu gol bersama Gli Azzurri.

Baresi masuk dalam skuad Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 di Spanyol. Namun, ia tidak memperoleh kesempatan bermain selama turnamen.

Persaingan dengan Gaetano Scirea sempat membuatnya kesulitan mengamankan posisi utama. Baresi kemudian menjadi bagian penting tim setelah Italia ditangani Azeglio Vicini.

Ia membantu Italia menempati peringkat ketiga pada Piala Dunia 1990. Empat tahun kemudian, Baresi memimpin negaranya menuju final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Perjalanannya menuju final berlangsung dramatis. Baresi mengalami cedera dalam pertandingan fase grup melawan Norwegia dan harus menjalani operasi.

Ia pulih lebih cepat dari perkiraan dan kembali menjadi starter pada final melawan Brasil. Baresi tampil selama 120 menit dan membantu Italia menahan Brasil tanpa gol.

Baca Juga: Gianni Infantino Dituding 'Menyuap' 211 Asosiasi Anggota FIFA

Namun, ia gagal mengeksekusi tendangan pertama Italia dalam adu penalti. Brasil akhirnya merebut gelar juara setelah memenangkan drama tendangan penalti.

Baresi memainkan pertandingan terakhirnya bersama Italia pada 7 September 1994. Ia menutup karier internasional dengan 81 penampilan dan satu gol.

AC Milan kemudian memensiunkan nomor punggung 6 sebagai penghormatan. Nomor itu tidak lagi digunakan pemain Rossoneri setelah Baresi pensiun.

Dua tahun setelah ia gantung sepatu, pendukung Milan memilihnya sebagai pemain terbaik klub pada abad ke-20. Penghormatan kembali diberikan ketika Baresi masuk Hall of Fame AC Milan sebagai anggota kehormatan.

Ia kemudian menjalankan berbagai peran di lingkungan klub. Pada 2020, Milan menunjuknya sebagai wakil presiden kehormatan.

Baresi meninggalkan warisan yang melampaui statistik dan trofi. Ia dikenang sebagai kapten yang bertahan ketika klub terpuruk, lalu memimpinnya mencapai puncak sepak bola dunia.

Editor : Akbar Sirinawa
bek legenda Franco Baresi ac milan piala dunia Timnas Italia