Persiapan PON 2028 Makin Panas, KONI NTB Patok Tenggat Mutasi Atlet Agustus Ini

Pujo Nugroho • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 12:54 WIB
KONI NTB menggelar rakor bersama pengprov cabor yang dipertandingkan di PON 2028.
KONI NTB menggelar rakor bersama pengprov cabor yang dipertandingkan di PON 2028.

 

LombokPost - KONI NTB mulai memanaskan mesin organisasi menjelang gelaran PON 2028. Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi, menegaskan seluruh proses administrasi perpindahan atau mutasi atlet yang hendak memperkuat daerah wajib rampung paling lambat akhir Agustus ini.

Ketegasan ini disampaikan dalam rapat koordinasi dengan pengprov cabor, kemarin (3/8). Langkah ini diambil guna mematuhi aturan regulasi nasional yang mengharuskan kelengkapan berkas mutasi atlet tuntas paling lambat dua tahun sebelum PON 2028 dihelat.

Karena ajang PON 2028 dijadwalkan bergulir sekitar September atau Oktober 2028, batas waktu pada Agustus ini menjadi momentum yang sangat krusial bagi jajaran pengurus KONI NTB.

”Kita mengingatkan bahwa semua persyaratan terkait dengan mutasi atlet itu harus diselesaikan paling lama di bulan Agustus ini. Karena itu harus minus dua tahun sebelum PON 2028,” tegas Mori.

Baca Juga: Persiapan PON 2028, ICF NTB Desak Pembenahan Meninting Bike Park

Bukan hanya fokus membereskan urusan mutasi atlet, KONI NTB juga memberlakukan sistem seleksi yang terukur bagi setiap cabor. Kebijakan dari KONI NTB menetapkan tidak akan memaksakan diri memberangkatkan cabor yang minim potensi medali demi mengefisiensikan anggaran serta memfokuskan pembinaan pada cabor unggulan di PON 2028.

Menurut penilaian, status keikutsertaan sebagai tuan rumah PON 2028 tidak lantas memuluskan jalan bagi semua cabor untuk otomatis bertanding. Tim tetap mengevaluasi kualitas teknis atlet, di mana cabor seperti rugby, boling, hingga softball/baseball yang minim atlet potensial.

”Kita akan memastikan bahwa cabor-cabor calon peraih medali pada PON 2028 nanti kita petakan dari sekarang. Terhadap cabor yang sama sekali tidak punya potensi medali, mungkin nanti dalam perjalanannya tidak akan kita ikutkan di PON 2028 walaupun kita tuan rumah,” ungkapnya.

Baca Juga: Pelti Usulkan Batas Usia Atlet PON 2028, Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Bisa Tersisih

Sistem analisis yang dijalankan KONI NTB ini tidak sekadar menghitung peta kekuatan internal saja, namun turut membedah peta kekuatan kontingen daerah lain. Proses memetakan persaingan ketat PON 2028 ini memerlukan kecermatan agar target perolehan medali tersebut benar-benar realistis dan sesuai perhitungan.

”Kita tidak boleh hanya menghitung kemampuan kita sendiri, tapi lawan juga harus dihitung. Jangan sampai kita merasa jago, tapi lawan ternyata jauh lebih jago. Itulah pentingnya evaluasi berkelanjutan menuju PON 2028,” paparnya.

Berdasarkan pemetaan sementara yang dirilis pengurus KONI NTB, diperkirakan ada sekitar 30 cabang olahraga yang bakal resmi dipertandingkan di wilayah NTB saat PON 2028 berlangsung.

KONI NTB berkomitmen penuh mengawal agenda konsolidasi rutin lintas cabor agar seluruh persiapan, mulai dari pembenahan syarat mutasi atlet hingga pemantapan teknis di lapangan, berjalan sesuai koridor demi merebut kejayaan sebagai tuan rumah PON 2028.

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Liputan
PON XXII Nusa Tenggara Pon 2028 KONI NTB Mori Hanafi pon