LombokPost – Presiden FIFA, Gianni Infantino, dilaporkan memanggil jajaran pimpinan senior induk organisasi sepak bola dunia tersebut untuk menghadiri pertemuan darurat di Maroko pada Rabu (5/8/2026). Langkah krusial ini diambil di tengah derasnya gelombang kritik dan tekanan publik yang meminta dirinya mundur dari jabatan.
Melansir laporan dari The Athletic, Infantino menjadwalkan agenda mendadak tersebut bersama para petinggi FIFA guna merespons situasi internal yang kian memanas dalam beberapa waktu terakhir.
Infantino kini berada dalam posisi yang sangat sulit usai rencananya untuk menjual 21 persen hak komersial Piala Dunia kepada perusahaan ekuitas swasta asal Amerika Serikat—yang memiliki keterkaitan dengan Donald Trump—menemui kegagalan fatal.
Rencana kontroversial tersebut memicu penolakan masif dari berbagai kalangan internasional. Infantino bahkan terpaksa membatalkan usulan tersebut setelah mendapat reaksi keras dari Badan Sepak Bola Eropa (UEFA), yang menyatakan komitmen tegas untuk memboikot seluruh turnamen resmi FIFA di masa mendatang.
Situasi kian memburuk setelah Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Al Hussein, secara terbuka menuding Infantino telah melakukan aksi pemerasan.
Krisis kepemimpinan ini juga memicu penolakan dari jajaran internal FIFA sendiri. Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, secara terbuka menyuarakan penolakannya terhadap skema komersialisasi tersebut.
Langkah tegas Grafstrom ini mengikuti jejak Chief Operating Officer (COO) FIFA, Kevin Lamour, yang lebih dulu menentang kebijakan sang presiden.
Pertemuan darurat di Maroko ini diprediksi bakal menjadi penentu arah masa depan kepemimpinan Gianni Infantino serta stabilitas organisasi FIFA di tengah pusaran krisis politik dan bisnis olahraga global.
Editor : Redaksi Lombok Post