LombokPost - Lini tengah Arsenal siap menjelma menjadi salah satu yang paling menakutkan di Eropa setelah dilaporkan sepakat memboyong Bruno Guimaraes dari Newcastle United dengan nilai transfer mencapai £75 juta. Bintang asal Brasil ini bakal menjadi rekrutan termahal kedua dalam sejarah klub setelah Declan Rice. Kehadiran Bruno Guimaraes jelas memberikan kemewahan luar biasa sekaligus sakit kepala yang menyenangkan bagi Mikel Arteta dalam menyusun skema permainan tim.
Melimpahnya opsi di lini tengah Arsenal membuat Arteta leluasa meracik taktik. Kedatangan Bruno Guimaraes memperkaya barisan gelandang kelas dunia yang sebelumnya sudah dihuni Declan Rice, Martin Odegaard, Eberechi Eze, Martin Zubimendi, hingga Mikel Merino. Setidaknya ada empat formula opsi formasi yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan potensi seluruh bintang di sektor vital ini.
Opsi pertama dalam skema lini tengah Arsenal adalah formasi klasik 4-3-3 dengan menempatkan Bruno Guimaraes sebagai gelandang bertahan utama. Dalam skema ini, Guimaraes bertindak sebagai deep-lying playmaker yang mengatur aliran bola dari bawah.
Baca Juga: Geliat Bursa Transfer Arsenal: Dapatkan Bruno Guimaraes, Kini Incar Bek Aston Villa
Peran ini memberi kebebasan bagi Declan Rice untuk tampil lebih agresif sebagai gelandang box-to-box, sementara Martin Odegaard tetap menjadi kreator serangan di sisi kanan untuk memanjakan Bukayo Saka.
Formasi kedua yang tak kalah mengerikan untuk lini tengah Arsenal adalah skema 4-2-3-1 dengan menduetkan Bruno Guimaraes dan Declan Rice sebagai poros ganda (double pivot).
Skema ini sangat cocok dipakai untuk laga-laga tandang krusial di Eropa atau menghadapi tim dengan serangan balik cepat. Kedalaman benteng Guimaraes dan Rice memberikan perlindungan ekstra bagi pertahanan, sekaligus memberi keleluasaan penuh bagi Eberechi Eze yang dipasang sebagai playmaker murni nomor 10.
Baca Juga: Incar Vinicius Junior, Arsenal Siapkan Rencana B
Jika ingin tampil lebih mendominasi, variasi lini tengah Arsenal bisa menerapkan formasi 4-3-3 dengan menempatkan Martin Zubimendi di posisi gelandang bertahan. Kehadiran Zubimendi membuat Bruno Guimaraes dan Declan Rice bebas beroperasi bersamaan sebagai dua gelandang nomor 8 yang dinamis. Kombinasi fisik, daya jelajah, serta kemampuan counter-pressing dari Guimaraes dan Rice bakal membuat lawan sulit keluar dari tekanan.
Opsi terakhir untuk fleksibilitas lini tengah Arsenal adalah skema ofensif 3-2-4-1 yang sangat berguna untuk membongkar pertahanan lawan yang menumpuk pemain di belakang (low block).
Duet Zubimendi dan Guimaraes di lini tengah akan menjadi penyeimbang sekaligus pengatur tempo permainan, sehingga Declan Rice dan Martin Odegaard bisa lebih leluasa merangsek maju ke kotak penalti lawan untuk menciptakan peluang dan mencetak gol.
Editor : Pujo NugrohoSumber : football.london