LombokPost- Hubungan panas antara José Mourinho dan mantan kapten Iker Casillas saat sama-sama membela Real Madrid kembali memanas dan menjadi sorotan publik.
Perselisihan hebat yang melibatkan sosok José Mourinho dan Iker Casillas ini terungkap secara blak-blakan dalam serial dokumenter terbaru.
Jose Mourinho menyebut masalah utamanya bukan sekadar performa di lapangan, melainkan perbedaan mentalitas dan tindak pengkhianatan yang dirasakannya dari sang kapten.
Pelatih berkebangsaan Portugal tersebut tidak ragu membongkar situasi internal ruang ganti klub raksasa Spanyol itu.
José Mourinho menilai bahwa skuad Los Blancos pada periode 2010 hingga 2013 sebenarnya dihuni oleh deretan pemain bertalenta luar biasa. Namun, di balik kualitas teknis yang mumpuni tersebut, José Mourinho merasa mental bertanding yang dimiliki oleh Iker Casillas dan kawan-kawan masih tergolong sangat manja.
Ketegangan antara José Mourinho dan Iker Casillas sejatinya mulai tercium melalui tiga momen krusial di awal kepemimpinannya.
Permintaan pertama yang diajukan oleh Iker Casillas adalah memohon jatah libur tambahan bagi para pemain yang baru saja kembali dari tugas membela tim nasional.
Bagi pelatih berjuluk The Special One itu, kompromi soal waktu istirahat adalah bentuk kelonggaran yang bisa merusak fokus tim.
Baca Juga: Batal Dipinjamkan, Endrick Pilih Bertahan di Real Madrid demi Jose Mourinho
Masalah kedua berlanjut ketika Iker Casillas secara terbuka meminta agar jadwal latihan rutin skuad diputus mundur satu jam.
Alasan yang disampaikan sang kiper legendaris adalah menghindari kemacetan lalu lintas kota yang kerap mengganggu perjalanan pemain menuju tempat latihan.
José Mourinho tentu memandang alasan tersebut sebagai bentuk ketidakdisiplinan yang tidak pantas ada di level sepak bola profesional.
Keretakan hubungan semakin melebar saat Iker Casillas mengajukan tuntutan ketiga yang dinilai terlalu manja oleh sang pelatih. Kapten Los Blancos itu mengusulkan agar skuad tidak lagi diwajibkan menginap di hotel sebelum pertandingan kandang. Alasan ketidaknyamanan tidur di hotel dijadikan dalih oleh Iker Casillas, yang makin membuat José Mourinho merasa jengkel dengan standar profesionalisme anak asuhnya.
Namun, perselisihan paling mendasar antara José Mourinho dan Iker Casillas meledak di tengah tingginya tensi rivalitas melawan Barcelona.
Ketika pertarungan El Clasico mencapai puncak panasnya, Iker Casillas secara mendadak berinisiatif menghubungi jenderal lapangan tengah lawan, Xavi Hernández.
Tujuan Iker Casillas saat itu adalah untuk meredakan ketegangan dan menjaga keharmonisan antar sesama pemain tim nasional Spanyol.
Baca Juga: Jose Mourinho Sentil Kondisi Fisik Bernardo Silva Usai Liburan Pasca Laga Ferencvaros
Langkah damai yang diambil oleh Iker Casillas tersebut justru dinilai sebagai sebuah tindakan pengkhianatan fatal oleh José Mourinho.
Dalam pandangan José Mourinho, Real Madrid sedang berada dalam situasi perang penuh melawan Barcelona sehingga sikap independen sang kapten dianggap merusak strategi psikologis tim.
Tindakan Iker Casillas yang mencoba merangkul rival abadi membuat rasa percaya sang pelatih hancur sepenuhnya.
Dampak dari runtuhnya kepercayaan tersebut berbuntut panjang hingga akhir masa jabatan José Mourinho di Santiago Bernabéu.
Status Iker Casillas sebagai ikon dan kiper utama Real Madrid langsung dicopot tanpa ampun hingga ia harus rela menghabiskan sisa musim di bangku cadangan. Kisah konflik bersejarah antara José Mourinho dan Iker Casillas ini kini menjadi salah satu babak paling dramatis dalam sejarah sepak bola modern.
Editor : Kimda FaridaSumber : Dokumenter Netflix Mourinho