Jamal Musiala Buka Suara Usai Dua Kali Pingsan di Lapangan, Didiagnosis Gangguan Neurologis

Redaksi Lombok Post • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:05 WIB
Jamal Musiala
Jamal Musiala

LombokPost – Bintang Bayern Munich, Jamal Musiala, memberikan kabar terbaru mengenai kondisi fisiknya usai jatuh pingsan dalam dua laga persahabatan pramusim secara berturut-turut.

Pemain berusia 23 tahun tersebut kedapatan pingsan hanya empat menit setelah masuk sebagai pemain pengganti dalam laga uji coba Bayern Munich melawan FC Heidenheim pada Selasa (18/8/2026).

Insiden tersebut terjadi hanya tiga hari setelah ia mengalami kejadian serupa—17 menit setelah turun ke lapangan saat Die Roten mengalahkan RB Leipzig. Rentetan peristiwa ini memicu sorotan serta pertanyaan serius terkait penanganan kesehatan pemain di internal Bayern Munich.

Melalui akun Instagram pribadinya, Musiala menyampaikan penjelasan terbuka kepada publik dan penggemar yang khawatir. Ia mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis mengalami gangguan neurologis.

"Pertama-tama—kondisi saya baik-baik saja! Yang terpenting, saya sangat bersyukur atas semua pesan dan dukungan kalian! Saya mengerti bahwa banyak dari kalian yang merasa khawatir," tulis Musiala.

"Hari ini saya ingin meredakan kekhawatiran tersebut dan memberikan penjelasan lebih lanjut: Saya telah didiagnosis mengalami episode absence (kehilangan kesadaran sesaat) yang singkat dan sementara; kondisi ini mudah ditangani dan disebabkan oleh gangguan neurologis.

"Kondisi ini dapat memicu kejadian seperti yang baru-baru ini terjadi, misalnya saat melawan Leipzig dan sekarang di Heidenheim. Saya tahu hal itu mungkin tampak menakutkan pada pandangan pertama—namun bagi saya, saat ini hal itu hanyalah bagian dari keseharian saya.

"Saya mendapatkan perawatan medis terbaik untuk kondisi ini, dan saya sangat optimistis. FC Bayern serta orang-orang terdekat selalu mendampingi dan mendukung saya dalam perjalanan ini."

Tetap Beraktivitas di Bawah Pengawasan Dokter

Gelandang timnas Jerman tersebut menegaskan bahwa kondisi yang dialaminya tidak menimbulkan bahaya medis tambahan di luar diagnosis medis yang telah ditetapkan.

Usai berkonsultasi dengan tim medis dan spesialis saraf, Musiala memilih untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal, termasuk melanjutkan karier sepak bolanya.

"Yang terpenting adalah tidak ada risiko kesehatan tambahan di luar kondisi ini. Melalui konsultasi erat dan komunikasi rutin dengan para spesialis, keinginan pribadi saya adalah menghadapi tantangan ini dan—dengan persetujuan dokter spesialis saraf—tetap melakukan hal yang paling membantu pemulihan saya: menjalani keseharian seperti biasa dan terus mengejar hasrat saya bermain sepak bola.

"Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan tersebut. Secara keseluruhan, perasaan saya sangat baik dan saya berada di jalur yang tepat. Hal yang paling membantu saya dalam proses ini adalah terus mengejar kemenangan dan gelar juara bersama tim, dengan dukungan luar biasa dari kalian.

"Saya harap penjelasan ini membantu kalian lebih memahami kondisi saya." Pada saat yang sama, saya memohon pengertian Anda bahwa saya ingin tetap menjaga masalah ini dalam lingkup orang-orang kepercayaan terdekat saya, pihak klub, dan para ahli."

Editor : Redaksi Lombok Post
Bayern Munich Jamal Musiala